Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Bella, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif. (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Sosiolog UNJ Rakhmat Hidayat menyatakan bentrokan warga di Menteng pada Minggu, 26 Juli 2026, berakar dari ketertiban umum dan solidaritas teritorial tanpa unsur SARA.
  • Konflik wilayah tersebut rentan disusupi isu SARA oleh berbagai aktor eksternal, terutama menjelang periode sensitif pada bulan Agustus yang rawan gesekan sosial.
  • Mediasi yang berhasil dilakukan oleh aparat kepolisian telah menghasilkan perdamaian antarwarga dan menutup celah masuknya isu SARA dalam kasus tersebut.

Suara.com - Bentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026), memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat tentang ada atau tidaknya unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di balik kejadian tersebut.

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat, buka suara mengenai hal ini.

Rakhmat menyampaikan, pertanyaan soal ada atau tidaknya faktor SARA dalam kasus ini bukan hal yang mudah dijawab secara sepihak.

"Sejauh ini kan akar konfliknya adalah soal ketertiban umum ya dan solidaritas teritorial antar kampung, bukan isu identitas suku, agama, ras atau golongan," kata Rakhmat kepada Suara.com, Selasa (28/7/2026).

Meski begitu, Rakhmat mengingatkan bahwa konflik berbasis wilayah seperti ini memiliki kerentanan tersendiri.

"Konflik horizontal berbasis teritori secara struktural rentan, seperti yang di Tambak ini gitu ya, itu memang secara struktural rentan dibajak atau di-framing narasinya menjadi isu SARA setelah kejadian, terutama kalau ada perbedaan komposisi etnis atau agama yang antar kampung yang terlibat atau kalau ada aktor yang punya kepentingan memperbesar isu untuk tujuan lain," jelasnya.

Rakhmat tetap menggarisbawahi bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi kuat yang mengarah pada motif SARA di awal kejadian.

Yang perlu diwaspadai, kata dia, justru potensi penyusupan isu tersebut ke depan, terutama karena momentumnya berdekatan dengan bulan yang selama ini dikenal rawan gesekan sosial.

Aparat berjaga di sekitar Jalan Tambak Menteng pada Minggu (26/7/2026). (Suara.com/ Alif Bintang)
Aparat berjaga di sekitar Jalan Tambak Menteng pada Minggu (26/7/2026). (Suara.com/ Alif Bintang)

"Misalnya, periode yang disebut sensitif seperti Agustus ya, yang mana kejadian seperti tahun lalu, Agustus 2025," ungkapnya.

baca juga

Rakhmat turut memaparkan sejumlah tipologi aktor yang secara sosiologis berpotensi masuk ke celah konflik horizontal semacam ini, seperti makelar konflik, buzzer, kelompok berbasis identitas atau organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga sosok yang berpeluang menciptakan prakondisi.

"Keempatnya adalah kategori umum dalam kajian eskalasi konflik ya, bukan tuduhan terhadap pihak-pihak spesifik dalam kasus Matraman ini," jelasnya.

Di sisi lain, ia menyoroti kabar baik dari penanganan kasus ini, yakni telah terjadinya perdamaian antarwarga melalui mediasi aparat kepolisian.

Keberhasilan mediasi menjadi sinyal positif bahwa ruang bagi penyusupan isu SARA relatif tertutup, selama narasi resmi tetap dijaga oleh aparat dan tokoh masyarakat setempat.

"Sepanjang ada aparat dan tokoh masyarakat setempat, konsisten menjaga narasi, tetap pada persoalan aslinya," pungkas Rakhmat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

DPRD DKI Desak Polisi Sikat Pembawa Sajam di Balik Tawuran Matraman

DPRD DKI Desak Polisi Sikat Pembawa Sajam di Balik Tawuran Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:18 WIB

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:57 WIB

Bukan Spontan! Ada Desain Skenario Besar di Balik Bentrok Maut Menteng

Bukan Spontan! Ada Desain Skenario Besar di Balik Bentrok Maut Menteng

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:15 WIB

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:07 WIB

Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai

Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:00 WIB

Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi

Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:31 WIB

Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang

Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok

Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok

News | Senin, 27 Juli 2026 | 16:44 WIB

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:01 WIB

Terkini

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:09 WIB

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×