alexametrics

Kekhawatiran Terhadap Varian Omicron Mereda, Harga Minyak Dunia Melesat

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Kekhawatiran Terhadap Varian Omicron Mereda, Harga Minyak Dunia Melesat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Harga minyak mentah dunia meroket hampir 5 persen pada perdagangan Senin di tengah harapan varian virus corona Omicron tidak akan memiliki dampak ekonomi.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia meroket hampir 5 persen pada perdagangan Senin di tengah harapan varian virus corona Omicron tidak akan memiliki dampak ekonomi yang tidak terlalu merusak.

Mengutip CNBC, Selasa (7/12/2021) minyak mentah Brent naik USD3,20, atau 4,6 persen menjadi menetap di USD73,08 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate naik USD3,23, atau 4,9 persen menjadi menetap di USD69,49 per barel.

Pekan lalu, kedua tolok ukur tersebut turun selama enam minggu berturut-turut.

Laporan di Afrika Selatan mengatakan kasus Omicron di sana hanya menunjukkan gejala ringan dan pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada CNN “sepertinya tidak ada tingkat keparahan yang besar” sejauh ini.

Baca Juga: Rusia dan Argentina Laporkan Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama

Gedung Putih mengatakan pada hari Senin bahwa larangan AS terhadap warga negara asing memasuki negara itu dari delapan negara Afrika selatan adalah sesuatu yang dipertimbangkan kembali oleh penasihat kesehatan masyarakat Presiden Joe Biden setiap hari.

“Semua berita utama bullish hari ini,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. “Momentumnya tampaknya melompat kembali.” tambahnya.

Patokan global Brent telah meningkat 38 persen tahun ini, didukung oleh pembatasan produksi yang dipimpin oleh kelompok produsen OPEC+, meskipun telah jatuh dari level tertinggi tiga tahun di atas USD86 pada Oktober.

Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul-Jabbar mengatakan dia memperkirakan harga minyak akan mencapai lebih dari USD75, kantor berita negara INA melaporkan. Dia menambahkan bahwa OPEC sedang mencoba untuk “mengendalikan secara positif” pasar energi, kata INA.

Pada hari Minggu, Arab Saudi menaikkan harga jual resmi Januari untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat hingga 80 sen dari bulan sebelumnya.

Baca Juga: Dokter Reisa Bagikan Tips Pola Makan Bantu Hadapi Varian Omicron

Komentar