Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Pemerintah China Bagi-bagi Uang 188 Miliar Dolar AS ke Masyarakatnya Supaya Cepat Pulih

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 08 Desember 2021 | 08:59 WIB
Pemerintah China Bagi-bagi Uang 188 Miliar Dolar AS ke Masyarakatnya Supaya Cepat Pulih
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah China kembali menyuntikkan dana untuk pelaku usaha dan masyarakat untuk mencegah keterpurukan pasca bangkrutnya raksasa properti negeri tirai bambu Evergrande.

Pemerintah menggulirkan dana hingga USD 188 miliar. Keputusan ini, setelah organisasi partai komunis Politbiro China baka mengambil tindak yang lebih agresif untuk melindungi ekonomi pada tahun 2022

Tim kepemimpinan Partai Komunis China, yang diketuai oleh Presiden Xi Jinping, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang memastikan stabilitas ekonomi akan menjadi prioritas utama di tahun depan.

Sementara, menurut kepala ekonomi China untuk Grup Macquarie Larry Hu, pernyataan tersebut merupakan pertama kalinya Politbiro melakukan stabilitas ekonomi.

"Dengan kata lain, para pemimpin puncak sangat prihatin dengan risiko potensi ketidakstabilan," ujar Hu seperti dikutip dari CNN Bussiness, Rabu (8/12/2021).

Dalam hal ini, negara yang beribukota Beijing ini sangat berhati-hati dalam mengintervensi pemulihan ekonomi China selama pandemi virus corona.

Namun, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengungguli negara-negara besar lainnya selama pandemi, dan merupakan satu-satunya ekonomi global utama yang tumbuh tahun lalu.

Tetapi China telah menghadapi banyak tantangan untuk pertumbuhan pada tahun 2021, termasuk kekurangan listrik, penundaan pengiriman dan krisis di real estat.

Hu mencatat bahwa selama pertemuan Politbiro Desember lalu, kepemimpinan mengisyaratkan bahwa mereka akan memperketat peraturan tentang bisnis swasta.

"Kali ini, rapat Politbiro menyarankan bahwa prioritas telah bergeser dari pengetatan regulasi menjadi mendukung pertumbuhan," tambahnya.

Krisis real estat mungkin tampak paling besar bagi China. Evergrande salah satu pengembang terbesar dan paling berhutang di negara itu telah tertatih-tatih di ambang gagal bayarselama berbulan-bulan.

Analis telah lama khawatir bahwa runtuhnya Evergrande dapat memiliki efek riak di seluruh sektor properti di China, yang menyumbang sebanyak 30% dari PDB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancam Warga Bogor, Dua Pegawai Pinjol Jaringan China Ditangkap Polisi

Ancam Warga Bogor, Dua Pegawai Pinjol Jaringan China Ditangkap Polisi

Bogor | Selasa, 07 Desember 2021 | 21:33 WIB

Diduga Rasis Sindir WNA China di Bandara, Olvah Alhamid Minta Maaf

Diduga Rasis Sindir WNA China di Bandara, Olvah Alhamid Minta Maaf

Hits | Selasa, 07 Desember 2021 | 21:36 WIB

Sektor Properti Bisa Beri Kontribusi Besar pada Perekonomian 2022

Sektor Properti Bisa Beri Kontribusi Besar pada Perekonomian 2022

Bisnis | Selasa, 07 Desember 2021 | 19:27 WIB

Terkini

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 09:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB