LSM Perlindungan Hewan Minta Penggunaan Kandang Baterai untuk Unggas Dihentikan

Iwan Supriyatna

Rabu, 22 Desember 2021 | 08:47 WIB
LSM Perlindungan Hewan Minta Penggunaan Kandang Baterai untuk Unggas Dihentikan
Ilustrasi unggas [Shutterstock]

Suara.com - LSM perlindungan hewan mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan penggunaan kandang baterai untuk bebek dan ayam petelur setelah penelusuran rahasia oleh We Animals Media dan Act For Farmed Animals ke sejumlah peternakan di Indonesia dan menemukan penderitaan hewan yang luar biasa.

Penyelidikan tersebut menunjukkan bebek-bebek dikurung di kandang kecil, tidak dapat berjalan atau mengekspresikan perilaku alami layaknya hewan akuatik, dengan gejala tekanan panas dan frustrasi.

Rekaman yang lain menunjukkan banyak bebek yang saling injak; hidup di tempat kumuh, dikelilingi oleh bangkai dan kotoran; sekarat tanpa perawatan yang tepat dari dokter hewan; menunjukkan masalah kulit, luka terbuka, bulu rontok, dan berlumuran darah.

“Sungguh menyedihkan bahwa ketika konsumsi telur dan daging bebek meningkat di Indonesia, banyak orang Indonesia yang masih menganggap hewan-hewan ini hidup sejahtera, berkeliaran bebas di sawah. Tapi kenyataannya mereka dikurung dan dipaksa hidup dalam kondisi yang sangat tidak wajar yang menyebabkan mereka sangat menderita,” ungkap Angelina Pane, pendiri Animal Friends Jogja, anggota koalisi Act for Farmed Animals ditulis Rabu (22/12/2021).

Penyelidikan ini juga mengungkap bagaimana bebek disembelih di rumah jagal dan pasar. Hewan-hewan tersebut digorok lehernya saat masih sepenuhnya sadar, dan dapat melihat bebek lainnya dijagal tepat di depan mereka saat menunggu gilirannya.

Saat penyelidikan, seekor bebek digorok dan masih hidup dan sadar ketika seorang pekerja menuangkan air mendidih ke atasnya. Berjuang untuk melarikan diri, pekerja menjebak sang bebek di dalam ember, hingga akhirnya bebek itu mati.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa pengurungan bebek di kandang-kandang sempit dapat berdampak negatif pada kesehatan telapak dan kaki dan meningkatkan stres yang menyebabkan perilaku abnormal seperti mematuk bulunya sendiri. Kepadatan yang tinggi juga dapat membuat pengelolaan ventilasi dan limbah lebih menantang yang dapat meningkatkan risiko penyakit dan stres termal.

Bebek adalah unggas air, yang artinya dalam kondisi alami mereka hewan akuatik dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di air. Para pakar kesejahteraan hewan juga telah menyimpulkan melalui penelitian-penelitian bahwa akses ke air sangat penting bagi bebek untuk melakukan berbagai perilaku normal yang berhubungan dengan air seperti mengayak makanan dari air, berendam, membersihkan diri di air, dan mencelupkan kepala ke dalam air.

Perilaku alami ini penting agar bebek memiliki kondisi bulu yang baik, menjaga kebersihan lubang hidung dan mata, serta untuk termoregulasi (menjaga suhu tubuh tetap normal).

baca juga

Pada tahun 2019, investigasi serupa oleh Act For Farmed Animals juga menemukan kondisi yang meresahkan di industri produksi telur ayam, hewan-hewan diimobilisasi di kandang baterai, dengan penyakit-penyakit yang tidak ditangani danlingkungan yang kotor. Karena kekejaman yang luar biasa ini, kandang baterai konvensional telah dilarang di seluruh Uni Eropa, Selandia Baru, dan beberapa negara bagian AS.

“Sebagian besar ayam petelur di Indonesia dikerangkeng di kandang-kandang sempit mereka hampir tidak bisa bergerak dan tidak dapat melakukan perilaku alaminya. Sistem pengurungan ini - bagi bebek dan ayam - sama sekali tidak sejalan dengan tradisi di Indonesia untuk memelihara hewan dengan diumbar bebas di ladang. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengubah kenyataan ini”, jelas Pane.

Sebagai hasil dari penyelidikan, Act for Farmed Animals mendesak Pemerintah Indonesia untuk:

  • Memberikan insentif di Indonesia untuk menghapus kandang baterai secara bertahap;
  • Mendukung peternak untuk beralih ke sistem dengan standar kesejahteraan hewan yang lebih tinggi; dan
  • Memiliki sistem yang tepat bagi kedua spesies untuk menjalankan perilaku alami mereka, termasuk akses air untuk bebek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peras Kepala Desa di Mesuji, Dua Orang Mengaku Wartawan dan LSM Ditangkap

Peras Kepala Desa di Mesuji, Dua Orang Mengaku Wartawan dan LSM Ditangkap

Lampung | Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:19 WIB

Tak Mau Bentrok Berdarah Terulang, Pemkab Karawang akan Evaluasi Ormas dan LSM

Tak Mau Bentrok Berdarah Terulang, Pemkab Karawang akan Evaluasi Ormas dan LSM

Jabar | Senin, 29 November 2021 | 09:15 WIB

Bentrok Panas Dua Ormas Di Karawang: Satu Tewas Penuh Bacokan, Mobil Honda Brio Hancur

Bentrok Panas Dua Ormas Di Karawang: Satu Tewas Penuh Bacokan, Mobil Honda Brio Hancur

News | Kamis, 25 November 2021 | 08:41 WIB

Terkini

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

×