facebook

BI Jadi Korban Peretasan Data Ransomware Conti, Seluruh Karyawan Diassesment

Erick Tanjung | Achmad Fauzi
BI Jadi Korban Peretasan Data Ransomware Conti, Seluruh Karyawan Diassesment
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Kami telah assesment seluruh karyawan, seluruh perkantoran yang jumlahnya ribuan di bulan lalu," ujar Erwin.

Suara.com - Bank Indonesia atau BI sempat mengalami peretasan data oleh kelompok hacker bernama ransomware conti. Hal ini diketahui dari akun Twitter @darktracer_int yang menuliskan bahwa BI salah satu korban peretasan.

"[Alert] geng Conti ransomware mengumumkan "Bank of Indonesia" masuk dalam daftar korban," tulis Dark Trace dalam akun twitternya.

Menanggapi kejadian itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengakui memang ada peretasan data yang dilakukan oleh ransomware. Peretasan itu terjadi pada bulan lalu.

"Kemudian BI telah melakukan asesmen secara keseluruhan terhadap serangan tersebut. Kami assesment seluruh karyawan seluruh perkantoran yang jumlahnya ribuan di bulan lalu," ujar Erwin dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Bank Indonesia Diserang Hacker Bernama Ransomware Conti

Dalam hal ini tutur Erwin, BI telah melakukan pemulihan dan melakukan mitigasi agar serangan tersebut tidak terulang. Adapun upaya mitigasi itu diantaranya, pertama menyusun kebijakan standar dan ketahanan siber yang lebih ketat.

Lalu kedua, BI terus mengembangkan teknologi dan infrastruktur keamanan siber yang lebih kuat. Ketiga membangun kerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar antisipasi terjadinya insiden berikutnya.

"Jadi dengan langkah itu, bank indonesia kemudian ingin memastikan bahwa layanan operasi BI tidak terganggu, tetap terkendali dan bisa mendukung kegiatan ekonomi masyarakat," ucap Erwin.

Dia juga kembali menegaskan, layanan BI kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Kemudian BI juga senantiasa melakukan pengujian kepada seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien, seluruh layanan BI," pungkas Erwin.

Baca Juga: Aliran Modal Asing Terbatas Bikin Rupiah Loyo di Awal Tahun 2022

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar