Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Tahun Ini, PUPR akan Gunakan 3D Printing untuk Bangun Rumah Khusus

Fabiola Febrinastri

Senin, 24 Januari 2022 | 15:25 WIB
Tahun Ini, PUPR akan Gunakan 3D Printing untuk Bangun Rumah Khusus
Teknologi 3D Printing. (Dok: PUPR)

Suara.com - Memasuki 2022, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menerapkan pembangunan rumah khusus (rusus) dengan metode digital guna melaksanakan teknologi Industri 4.0.

"Tahun ini, kami akan menerapkan teknologi 3D Printing dalam pembangunan rumah khusus," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam Opening Ceremony ITB Civil Engineering Expo secara daring, Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

Menurutnya, tahun 2021, Kementerian PUPR dan mitra terkait telah melakukan uji coba pembangunan uji coba 3D Printing Rumah Tapak di Yogyakarta pada 12 - 31 Januari 2021.

Teknologi 3D Printing. (Dok: PUPR)
Teknologi 3D Printing. (Dok: PUPR)

Berdasarkan data, memasuki era Industri 4.0 di Indonesia  akan ada sekitar 23 juta pekerjaan yang akan digantikan secara otomasi pada 2030. Namun demikian, akan ada 27 hingga 46 juta pekerjaan baru, dan 10 juta diantaranya adalah jenis pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya.

Hal ini tidak berarti kehadiran AI, Drones, dan Robotics akan menggantikan peran manusia seluruhnya. Hal ini justru akan menjadi tantangan agar para insinyur dan pekerja konstruksi terus meningkatkan kompetensinya.

"Industri konstruksi merupakan industri yang masih rendah dalam proses digitalisasinya (smart contrusction). Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor terutama kemampuan digital yang masih rendah," katanya.

Rendahnya digitalisasi dalam sektor kontruksi oleh  kurangnya sumber daya manusia, khususnya tenaga Insinyur.

Dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sejumlah 8,2 juta orang,
diantaranya merupakan SDM  kurang memiliki keahlian. Saat ini, Indonesia berada di posisi terendah dalam pemenuhan kebutuhan Insinyur dari beberapa negara di ASEAN.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dalam penyelenggaraan program pembangunan infrastruktur tahun 2020-2024 pada sektor perumahan menargetkan pembangunan 51.340 unit rusun, 10.000 unit rusus, 813.660 unit rumah swadaya, 262.345 unit PSU perumahan.

"Untuk mencapai target program tersebut, kami membutuhkan insinyur yang tersertifikasi," terangnya.

Ke dapan, Direktorat Jenderal Perumahan akan mengevaluasi bahwa pembangunan perumahan tidak hanya satu juta rumah, namun bisa mencapai 1,5 - 2 juta rumah per tahun, karena menyesuaikan dengan backlog yang terus bertambah per tahun nya.

Sesuai agenda prioritas yang utama adalah pembangunan SDM , pembangunan insfrastruktur, penyederhaan regulasi, birokrasi, dan transformasi ekonomi. Hal ini juga sesuai arahan Menteri PUPR bahwa Kementerian PUPR akan melakukan terobosan dalam percepatan pembangunan infrastruktur, diantaranya mendukung industrialisasi 4.0.

"Kami ingin mendorong pengembangan skema pembiayaan kreatif, pengembangan SDM, penyelesaian tugas khusus, dan dukungan terhadap mitigasi bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi, Program Sejuta Rumah 2021 Capai 1.105.707 Unit

Dukung Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi, Program Sejuta Rumah 2021 Capai 1.105.707 Unit

Bisnis | Selasa, 18 Januari 2022 | 18:28 WIB

Akan Segera Diresmikan, PUPR Terima Masukan dari Pedagang untuk Penataan Pasar Legi

Akan Segera Diresmikan, PUPR Terima Masukan dari Pedagang untuk Penataan Pasar Legi

Surakarta | Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:06 WIB

Kabar Baik! Pemerintah Mulai Bangun Underpass Simpang Joglo Surakarta

Kabar Baik! Pemerintah Mulai Bangun Underpass Simpang Joglo Surakarta

Bisnis | Minggu, 09 Januari 2022 | 12:09 WIB

Kadis PU Sumsel Beri 6 Solusi Banjir Palembang, Warganet; Sumur Serapan Mirip Jakarta

Kadis PU Sumsel Beri 6 Solusi Banjir Palembang, Warganet; Sumur Serapan Mirip Jakarta

Sumsel | Rabu, 05 Januari 2022 | 12:14 WIB

Tugu Pamulang Hampir Rampung Dibangun, Begini Penampakan Terbarunya

Tugu Pamulang Hampir Rampung Dibangun, Begini Penampakan Terbarunya

Banten | Senin, 03 Januari 2022 | 16:26 WIB

Resmikan Bendungan Pidekso, Jokowi Sebut Air Kunci Ketahanan Pangan

Resmikan Bendungan Pidekso, Jokowi Sebut Air Kunci Ketahanan Pangan

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB