IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:30 WIB
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
IESR Desak Pemerintah dalam Membuat Kebijakan yang Pasti. (Dok. Institute for Essential Services Reform)

Suara.com - Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkap tiga faktor utama yang perlu diperkuat agar investasi energi surya di Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. Ketiganya meliputi kepastian kebijakan, proyek yang layak didanai (bankable), serta proses pengadaan yang lebih efektif.

Ketiga faktor tersebut menjadi sorotan dalam hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Denpasar, Rabu (15/7), di tengah meningkatnya kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi di tengah krisis energi fosil dan ketidakpastian geopolitik.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan tantangan pengembangan energi surya saat ini bukan lagi membuktikan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Tantangan utamanya adalah mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.

Menurutnya, investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko proyek yang dapat dikelola, serta tingkat pengembalian investasi yang layak dalam jangka panjang.

"Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan," ujar Fabby.
Tiga faktor utama
IESR menilai, faktor pertama yang perlu diperkuat adalah kepastian kebijakan. Target pengembangan energi surya perlu diterjemahkan ke dalam pipeline proyek yang jelas, lengkap dengan informasi mengenai lokasi, jadwal pelaksanaan, dan kapasitas yang akan dibangun setiap tahun.

Menurut IESR, kepastian tersebut akan membantu investor menyiapkan pendanaan, rantai pasok, hingga kebutuhan tenaga kerja sejak awal.

Faktor kedua adalah tersedianya proyek yang layak dibiayai (bankable) beserta skema pembiayaan yang sesuai, seperti concessional loan maupun blended finance. Ketersediaan proyek yang memenuhi persyaratan pendanaan dinilai menjadi salah satu syarat agar investasi dapat segera terealisasi.

Sementara itu, faktor ketiga adalah proses pengadaan yang lebih efektif. IESR menilai kepastian kontrak, pembagian risiko yang adil, hingga kejelasan mekanisme jual beli listrik, termasuk skema curtailment, diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sunandar, mengatakan percepatan pengembangan energi surya juga perlu diikuti dengan pemantauan terhadap seluruh proses implementasinya, bukan hanya pembangunan pembangkit.

baca juga

"Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat," katanya.
IESR menilai percepatan investasi energi surya menjadi semakin penting karena Indonesia masih bergantung pada impor energi fosil. Menurut lembaga tersebut, peningkatan pemanfaatan energi bersih dari dalam negeri dapat memperkuat keamanan dan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian kondisi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:10 WIB

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×