facebook

Bulog Tak Dimasukan ke Holding BUMN Pangan, Erick Thohir Ungkap Alasannya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Bulog Tak Dimasukan ke Holding BUMN Pangan, Erick Thohir Ungkap Alasannya
Menteri BUMN Erick Thohir.[Instagram]

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan Perum Bulog tidak masuk ke dalam Holding BUMN Pangan atau ID Food.

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan Perum Bulog tidak masuk ke dalam Holding BUMN Pangan atau ID Food. Padahal, sektor bisnis yang dijalani Bulog sama dengan Holding BUMN Pangan.

Menurut Erick, dirinya sengaja tidak memasukkan Perum Bulog ke dalam Holding Pangan. Karena, jelas dia, misi Perum Bulog yaitu stabilitator harga-harga pangan.

"Bulog mengintervensi ketika ada harga naik, lalu Bulog bisa membeli barangnya dengan nilai tertentu dan itu dimasukan ke cold storage atau pergudangan supaya menjaga stabilitas harga pangan," ujar Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Di sisi lain, tutur dia, Holding BUMN Pangan akan berfokus untuk menciptakan pasar-pasar baru bagi produk-produk pangan. Misalnya, Erick mencontohkan, mergernya Perinus dan Perindo justru membantu nelayan untuk memasarkan produk-produk perikanan.

Baca Juga: Harus Lobi 35 Lessor Supaya Pembayaran Utang Garuda Indonesia Bisa Ditunda

"Kemarin kita uji coba untuk gurita, gurita itu sekarang dari Perinus-Perindo di bawah manajemen yang baru sudah bisa di-upgrading guritanya di standarisasi maksudnya dengan size yang bener, lalu di steam, lalu di vakum, dan ini kita kirim sekarang ke banyak negara luar negeri," ucap dia.

Selain itu, Mantan Bos Klub Inter Milan ini menambahkan, kolaborasi itu juga terjadi oleh Sang Hyang Seri yang dimergerkan dengan Pertani di mana membantu petani untuk menciptakan beras premium yang bisa dikirim ke luar negeri.

"Hal-hal ini kita coba lakukan apa jadi peran dari pada pangan kita ini menjadi off taker tidak lagi justru menyaingi para nelayan, petani, peternak yang ada di bawah," imbuh dia.

Untuk diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara resmi menyerahkan saham lima perseroan bidang pangan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI, yang menandai terbentuknya holding BUMN pangan.

Kelima BUMN Pangan yang dimaksud ialah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan, PT Garam.

Baca Juga: Stok Minyak Goreng di Bulog Cabang Bandung Kosong

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar