Usulan DPR ke Pemerintah soal Pengurangan Jenis Pupuk Bersubsidi Jadi Sorotan

Iwan Supriyatna

Senin, 21 Februari 2022 | 11:58 WIB
Usulan DPR ke Pemerintah soal Pengurangan Jenis Pupuk Bersubsidi Jadi Sorotan
Seorang petani menebar pupuk di areal sawah Kelurahan Karang Malang, Jawa Barat. (Antara/Dedhez Anggara)

Suara.com - Rekomendasi Panitia Kerja Komisi IV DPR RI kepada pemerintah terkait pengurangan jenis pupuk bersubsidi dari enam jenis menjadi hanya dua jenis, menjadi sorotan sejumlah pihak.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Subang, Yaya Sudrajat mengatakan, para petani sangat keberatan dengan Rekomendasi Panitia Kerja Komisi IV DPR tersebut.

Menurutnya, para petani masih membutuhkan pupuk bersubsidi , tidak hanya jenis Urea dan NPK. Tetapi pupuk bersubsidi lainnya seperti pupuk Petroganik, ZA dan SP 36 juga masih dibutuhkan sebagai pilihan para petani.

Yayan mencontohkan pertanian di Subang saat ini masih sangat membutuhkan pupuk Petroganik, hal ini disebabkan tanah yang sudah rusak, karena selalu memakai pupuk kimia, yang sudah terjadi sudah sejak lama. Hal ini mengakibatkan hasil panen yang terus berkurang.

“Petroganik contohnya sangat dibutuhkan oleh kelompok tani organik yang berfokus terhadap tanaman organik yang menghasilkan hasil pertanian yang sehat dan higienis,” katanya, Senin (21/2/2022).

Dia melanjutkan, para petani saat ini masih belum mampu jika harus membeli pupuk non subsidi. Hal ini juga akan berdampak kepada hasil pertanian yang tidak bagus, karena ketidakmampuan para petani membeli pupuk non subsidi.

“Pemupukan akan menjadi tidak berimbang, karena petani tidak akan mampu beli pupuk yang tidak disubsidi. Sehingga hasil panen akan semakin parah. Semua jenis pupuk masih dibutuhkan oleh kami bukan hanya Urea dan NPK saja,” ujar Yaya.

Namun, lanjut Yaya, jika pemerintah bersikeras mengurangi pupuk subsidi. Maka petani berharap pupuk NPK dan Organik tetap disubsidi.

“Kami berharap dua pupuk itu tetap disubsidi. Dan jika usulan itu disetujui pemerintah, maka kami petani menuntut harga jual produk pertanian lebih tinggi, karena harga pupuk sudah pasti mahal,” ucapnya.

baca juga

Sementara itu, pegiat pertanian Jawa Barat Yayan Sugianto, menolak alasan DPR yang menyebut pupuk bersubsidi tidak mendongkrak hasil pertanian di dalam negeri. Sebab, hasil pertanian juga dipengaurhi oleh banyak faktor, dan bukan hanya dari faktor pupuk saja.

“Ada faktor alam yang sangat menentukan, belum lagi teknik pertanian yang semakin canggih, dan masih banyak lagi faktor lainya. Justru subsidi pupuk sangat membantu untuk menunjang hasil pertanian,” ujarnya.

Oleh karenanya, menurut Yayan untuk mengurangi faktor kegagalan tersebut, para petani masih berharap dengan pupuk subsidi, karena pupuk menjadi salah satu faktor penolong hasil pertanian agar menjadi lebih baik. Selain itu, pupuk juga menjadi salah satu unsur yang dapat menunjang keberhasilan pertanian.

“Kalau semua hal yang berhubungan dengan keberhasilan pertanian diperbaiki baik itu cara pengolahan, benih, pengairan, pengendalian hama, pupuknya murah dan pemakaian pupuknya sesuai dosis yang dianjurkan, tentunya hasil panen akan meningkat,” kata pria yang juga tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Pertanian Jepang (Ikamaja).

“Para petani berharap pemerintah masih akan mensubsidi semua jenis pupuk, terutama pupuk NPK dan Organik. Dan yang penting juga sistem pendistribusian pupuk ke petani harus benar-benar ditertibkan, jangan waktunya petani perlu pupuk kenyataan di lapangan tidak ada pupuk,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Pupuk Subsidi Terbatas, Pemprov Lampung Bantu Petani dengan Pupuk Non Subsidi

Kuota Pupuk Subsidi Terbatas, Pemprov Lampung Bantu Petani dengan Pupuk Non Subsidi

Bisnis | Senin, 21 Februari 2022 | 07:36 WIB

Gandeng Kepolisian, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Gandeng Kepolisian, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Jatim | Kamis, 17 Februari 2022 | 23:42 WIB

Terjadi Lagi di Jatim, 2 Ton Pupuk Bersubsidi Diselundupkan dari Banyuwangi ke Situbondo

Terjadi Lagi di Jatim, 2 Ton Pupuk Bersubsidi Diselundupkan dari Banyuwangi ke Situbondo

Malang | Rabu, 16 Februari 2022 | 18:55 WIB

Terkini

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:32 WIB

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 12:11 WIB

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

×