Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Petani Gaspol Tanam Kedelai Lokal Asal Ada Jaminan Harga dan Pasar

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 28 Februari 2022 | 19:06 WIB
Petani Gaspol Tanam Kedelai Lokal Asal Ada Jaminan Harga dan Pasar
Kacang Kedelai (pixabay)

Suara.com - Harga jual dan jaminan pasar kedelai lokal sangat diharapkan oleh para petani. Pasalnya, selama ini mereka lebih tertarik menanam komoditas lain karena lebih menguntungkan dan ini menyebabkan produksi kedelai lokal setiap tahun mengalami penurunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Tjipto Wahjono menilai hal tersebut menjadi 'PR' bersama.

"Petani akan kembali bergairah kalau ada jaminan harga dan pasar. Perosalan Ini tentu bukan hanya urusan Kementan tapi juga Kementerian Perdagangan. Yah, kalau di kabupaten berarti Dinas Perdagangan dan Perindustrian," kata Tjipto saat ditemui di Desa Kaliyoso Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Sabtu, (26/2/2022).

Intinya, lanjut Tjipto, persoalan ini adalah tanggung jawab bersama bagaiman agar harga jual kedelai tidak dibawah biaya pokok produksi (BPP) terutama kedelai konsumsi.

"Memang, harga jual kedelai untuk benih selama ini sudah di atas BPP namun jumlahnya kan terbatas. Selisih harganya antara kedelai konsumsi dan benih sebesar Rp 2.000," kata Tjipto.

Menurutnya, harga ideal kedelai konsumsi minimal Rp 8.500 atau Rp 8.000. Ia mencontohkan seperti tahun 2022, harga kedelai sangat menarik bagi petani, mencapai Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kg.

Di Jawa Tengah, selain Kabupaten Grobogan, produksi kedelai Kendal selama ini peruntukannya juga sama, sebagian besar untuk benih. Sentra kedelai Kendal ada di Kecamatan Kangkung, Patean, Gemuh, dan Ringinarum.

Darmawan (37 tahun), petani kedelai Desa Kaliyoso mengungkapkan, varietas yang banyak ditanam di Kecamatan Kangkung adalah varietas Grobogan.

"Kami sudah kerja sama dengan penangkar benih karena memang hampir 90 persen hasil panen kedelai di Kecamatan Kangkung untuk kepentingan perbenihan," ungkap Wawan, biasa ia dipanggil.

Varietas Grobogan dipilih menurutnya karena umur pendek, memiliki biji besar sehingga tonase panen akan lebih banyak. Pengakuannya, hasil panen rata-rata di atas 2 ton per hektar bahkan ada yang, 2,2 ton. Hanya saja, lanjutnya, faktor cuaca sangat berpengaruh.

"Kendalanya cuaca, kalau pas tanam langsung kena hujan, daya tumbuh dijamin tidak 100 persen. Yang lainnya kalau pas panen, kalau tidak tanam serempak, yang panen terakhir biasanya kena hama," imbuhnya.

Sementara itu, Peneliti ahli utama Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Balitbang Kementan, M Muchlish Adie mengungkapkan bahwa Kementan menyiapkan benih kedelai sumber yang sudah adaptif terhadap berbagai kondisi agroklimat di lingkungan tropis.

"Benih sumber hasil penelitian Balitbangtan memiliki keunggulan yang sangat luar biasa dan mampu menghasilkan produk di atas rata-rata. Secara hitung-hitungan, satu ton benih sumber kedelai untuk 20 hektar, atau per hektarnya membutuhkan 50 kg," katanya.

Tjipto Wahjono menambahkan, potensi pasar kedelai sebetulnya sangat terbuka karena produksi dalam negeri baru mencukupi dari total kebutuhan nasional.

"Ini potensi yang luar biasa. Tapi memang masalah harga perlu ada upaya dan segera harus ada jalan keluarnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Harga Naik, Stok Kedelai di Bandarlampung Dinilai Masih Lancar

Meski Harga Naik, Stok Kedelai di Bandarlampung Dinilai Masih Lancar

Lampung | Kamis, 24 Februari 2022 | 23:25 WIB

Hari Pertama Beredar Lagi, Konsumen Pilih Harga Naik Dibanding Tempe Menghilang dari Pasaran

Hari Pertama Beredar Lagi, Konsumen Pilih Harga Naik Dibanding Tempe Menghilang dari Pasaran

Jakarta | Kamis, 24 Februari 2022 | 18:11 WIB

Menteri Airlangga Hartarto Gagal Selesaikan Masalah Kedelai dan Minyak Goreng

Menteri Airlangga Hartarto Gagal Selesaikan Masalah Kedelai dan Minyak Goreng

News | Kamis, 24 Februari 2022 | 15:06 WIB

Usai Mogok Produksi, Harga Tempe Naik, Perajin: Kedelai Belum Stabil

Usai Mogok Produksi, Harga Tempe Naik, Perajin: Kedelai Belum Stabil

Jakarta | Kamis, 24 Februari 2022 | 14:04 WIB

Lewat Program Taxi Alsintan, Kini Petani Bisa Miliki Alat dan Mesin Pertaniannya Sendiri

Lewat Program Taxi Alsintan, Kini Petani Bisa Miliki Alat dan Mesin Pertaniannya Sendiri

Bisnis | Kamis, 24 Februari 2022 | 14:02 WIB

Dinas Pangan Klaim Tidak Ada Kelangkaan Kedelai di Bandar Lampung

Dinas Pangan Klaim Tidak Ada Kelangkaan Kedelai di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 24 Februari 2022 | 13:54 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB