Pakar dari Unnes: Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian Bantu Petani Indonesia Naik Kelas

Fabiola Febrinastri

Selasa, 12 April 2022 | 11:08 WIB
Pakar dari Unnes: Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian Bantu Petani Indonesia Naik Kelas
Ilustrasi alsintan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Selain berkontribusi terhadap ketersediaan pangan dan perekonomian nasional, sektor pertanian juga merupakan tulang punggung bagi masyarakat pedesaan. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam proses produksi pertanian dinilai berhasil meningkatkan produksi pertanian, sekaligus mengatrol perekonomian masyarakat, sehingga secara sosial dan ekonomi mereka naik kelas.

Hal ini dikemukakan Pakar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti.

"Alat irigasi modern, seperti mesin pompa air sibel dapat membantu petani lebih produktif dalam usahatani padinya. Meskipun pada musim kemarau, sawah tadah hujan tidak lagi kesulitan dalam memperoleh air dengan adanya mesin pompa air sibel," terangnya.

Menurut Prof Sucihatiningsih, modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alsintan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir. Di hulu, ia melanjutkan, ada traktor yang dapat membantu petani dalam mengolah lahan pertanian," ujarnya.

"Traktor misalnya, mampu mengolah tanah secara cepat dengan hasil pengolahan yang baik, sehingga komoditas pertanian dapat tumbuh semakin subur," tambahnya lagi.

Sementara itu, di kesempatan berbeda, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, pemanfaatan alsintan berhasil mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. Mekanisasi pertanian yang merupakan komponen utama pertanian 4.0 itu membantu petani mempercepat proses budidaya pertaniannya.

"Alsintan merupakan salah satu elemen penting untuk mendorong sektor pertanian ini semakin maju, mandiri dan modern. Alsintan ini amat membantu dan memudahkan petani dalam mengembangkan budidaya pertaniannya," katanya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, ada berbagai jenis alsintan pra panen yang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk berbagai macam keperluan usahataninya seperti pengolahan lahan, menanam bibit hingga pengairan dan panen.

"Semuanya ini tentu membawa dampak positif bagi petani. Mereka dapat menghemat waktu dan biaya kerja. Pemanfaatan Alsintan juga dapat memberikan nilai tambah hasil usahatani petani," kata Ali.

baca juga

Dalam hal pengolahan lahan, Ali melanjutkan, jika pengolahan lahan seluas satu hektare secara tradisional memerlukan waktu berhari-hari, maka dengan menggunakan alsintan hanya dibutuhkan beberapa jam saja dan pengerjaannya lebih ringan.

"Dari sisi tenaga juga demikian. Pengolahan lahan secara tradisional dibutuhkan tenaga yang cukup banyak, sementara dengan menggunakan alsintan hanya diperlukan operator saja. Tentu ini semakin menghemat biaya petani dari sisi permodalan," terang Ali.

Menurutnya, pengembangan alsintan tidak hanya mendorong sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern, tetapi juga sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional. Dengan pengembangan alsintan, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan yang bermakna meningkatkan kesejahteraan petani.

"Tujuan pembangunan nasional kita adalah menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," papar Ali.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah minta agar petani memanfaatkan alsintan pada usahataninya pada era pertanian 4.0 yang ditandai dengan penggunaan teknologi digital dan automatisasi serta mekanisasi pertanian.

"Kami terus mendorong agar petani kita dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi alsintan untuk pengembangan budidaya pertanian mereka. Dari hulu hingga hilir, alsintan dapat membantu petani untuk terus meningkatkan hasil pertaniannya," ujar Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mampu Topang Perekonomian, Penambahan Anggaran di Kementan Dinilai Penting Dilakukan

Mampu Topang Perekonomian, Penambahan Anggaran di Kementan Dinilai Penting Dilakukan

Bisnis | Senin, 11 April 2022 | 16:41 WIB

Penggunaan Alsintan Diyakini Dapat Mensejahterakan Petani dan Membuat Sektor Pertanian Semakin Maju

Penggunaan Alsintan Diyakini Dapat Mensejahterakan Petani dan Membuat Sektor Pertanian Semakin Maju

Bisnis | Minggu, 10 April 2022 | 21:31 WIB

Mentan: Petani Dapat Mengembangkan Pertanian Melalui KUR

Mentan: Petani Dapat Mengembangkan Pertanian Melalui KUR

Bisnis | Minggu, 10 April 2022 | 09:40 WIB

Dorong Pertumbuhan Produktivitas Pertanian, Kementan Minta Petani Manfaatkan KUR Pertanian

Dorong Pertumbuhan Produktivitas Pertanian, Kementan Minta Petani Manfaatkan KUR Pertanian

Bisnis | Jum'at, 08 April 2022 | 20:18 WIB

Selama Pandemi, Kementan Bekerja Lebih Keras untuk Memastikan Kebutuhan Pangan

Selama Pandemi, Kementan Bekerja Lebih Keras untuk Memastikan Kebutuhan Pangan

Bisnis | Jum'at, 08 April 2022 | 13:35 WIB

Lindungi Masyarakat dari Gagal Panen, Kementan Sarankan Petani di Padang Ikut Asuransi Pertanian

Lindungi Masyarakat dari Gagal Panen, Kementan Sarankan Petani di Padang Ikut Asuransi Pertanian

Bisnis | Kamis, 07 April 2022 | 19:29 WIB

Terkini

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

×