- Sosiolog UGM Arie Sujito menyatakan pemasangan pagar tinggi di mal mencerminkan krisis rasa aman masyarakat.
- Pernyataan tersebut disampaikan di UGM pada Selasa, 4 Agustus 2026, akibat memudarnya rasa saling percaya.
- Arie menilai sikap lepas tangan pemerintah berpotensi memperlebar jurang pemisah sosial dan mengikis kepercayaan publik.
Suara.com - Fenomena hadirnya pagar-pagar tinggi yang mengelilingi pusat perbelanjaan atau mal di berbagai wilayah belakangan menjadi sorotan publik.
Pemasangan barikade fisik tersebut dinilai bukan sekadar persoalan estetika atau tata kota, melainkan sinyal kuat adanya rasa takut dan kerentanan yang kian menebal di tengah masyarakat.
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai tindakan pengelola mal tersebut berakar pada krisis rasa aman. Ketika kekhawatiran melanda, pertahanan mandiri dengan membentengi diri menjadi pilihan terakhir.
"Ya mungkin orang mengalami kerentanan," kata Arie ditemui di UGM, Selasa (4/8/2026).
Menurut Arie, eskalasi kecemasan yang berujung pada komersialisasi benteng fisik ini menandakan bahwa publik dan pelaku usaha semakin kehilangan rasa saling percaya.
Sikap saling curiga antarelemen masyarakat itu seolah dibiarkan membesar tanpa ada intervensi substantif dari pemerintah untuk menjamin iklim sosial yang kondusif.

"Negara tugasnya melindungi rakyat dan melindungi pengusaha lah," tegasnya.
Sikap lepas tangan dari otoritas publik ini berpotensi memperlebar jurang pemisah sosial antara pemilik modal dan masyarakat luas.
Tanpa kehadiran negara yang efektif dalam membangun rasa aman dan keadilan, tindakan protektif seperti membangun pagar tinggi justru akan semakin mengikis rasa saling percaya di ruang publik.
"Ini soal bagaimana membuat kita itu saling percaya, tapi membangun kepercayaan itu penting," tegasnya.
Oleh karena itu, Arie mendorong pemerintah untuk tidak lepas tangan dan segera mengambil langkah nyata guna memulihkan fungsi ruang publik yang inklusif serta menjamin keselamatan seluruh warga tanpa terkecuali.
"Karena itu negara harus melindungi hak-hak warga. Entah itu pengusaha, entah itu masyarakat, dan itu adalah bagian dari tanggung jawab yang harus dipenuhi," tandasnya.