Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

70 Persen Perusahaan Rintisan Indonesia Bangkrut Pada Generasi Pertama, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi

Rabu, 20 April 2022 | 14:28 WIB
70 Persen Perusahaan Rintisan Indonesia Bangkrut Pada Generasi Pertama, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi (freepik.com/senivpetro)

Suara.com - Indonesia kini jadi salah satu negara dengan ekosistem perusahaan perintis atau startup terbanyak di dunia. Namun, meski dengan dukungan yang cukup ramah, sebuah riset ternyata menunjukkan 70 persen perusahaan keluarga tidak bisa bertahan hingga generasi kedua.

Dalam riset yang dilakukan perusahaan konsultan Daya Qarsa, penelitian berjudul it Setelah Pandemi: Mengembalikan Kesuksesan Perusahaan Keluarga Setelah Pandemi COVID-19 itu menunjukkan hanya sekitar 30% perusahaan keluarga di Indonesia yang mampu bertahan hingga generasi kedua. 

Tidak hanya itu, bahkan dalam riset ini juga diperkirakan hanya 13% yang berhasil bertahan hingga ke generasi ketiga.

"Persentase yang kecil ini menunjukkan rintangan yang besar dalam menjaga keberlangsungan bisnis keluarga," kata Apung Sumengkar, Founder & Managing Partner (CEO) Daya Qarsa.

Tantangan terbesar pengusaha dalam penelitian ini adalah gelombang wabah virus corona yang hingga kini masih melanda berbagai belahan dunia.

"Sebanyak 47% responden menganggap pandemi Covid-19 sebagai kekhawatiran utama perusahaan keluarga saat ini," ujar dia, dikutip dari Warta Ekonomi.

Saat yang bersamaan, Daya Qarsa juga menemukan adanya empat hadangan utama lainnya yang mungkin jadi batu terjal bagi perusahaan di Indonesia, yaknim

Pertama, banyak bisnis yang mengalami penurunan valuasi dan sulit beradaptasi secara digital karena kondisi keuangan yang tertekan karena pandemi.

Dampaknya, perusahaan semakin kesulitan menjangkau konsumen hanya 13% yang berhasil bertahan hingga ke generasi ketiga.

Selanjutnya, pelayanan yang masih manual lantaran tak mendapatkan kesempatan digitalisasi membuat konsumen yang menuntut kemudahan transaksi kesulitan.

Hal ini juga diperparah dengan sistem kerja dan infrastruktur yang masih manual menyebabkan ketidaksiapan karyawan untuk menunjang kerja jarak jauh di masa pandemi.

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut adalah pemimpin perusahaan keluarga yang kurang memiliki kesadaran akan pentingnya transformasi digital yang berdampak kepada lambatnya strategi digitalisasi perusahaan.

Pemimpin perusahaan masih kurang memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung proses operasional sehari-hari.

Ketiga, tantangan terkait kesehatan fisik maupun mental karyawan, serta membenahi budaya dan cara berpikir karyawan yang masih konvensional.

Terakhir, perencanaan manajemen perusahaan yang kurang maksimal serta tata kelola yang masih belum ditopang dengan sistem yang kuat jadi kelemahan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jenis Usaha Menjanjikan Tahun 2022, Bikin Ruang Kerja Work From Anywhere

4 Jenis Usaha Menjanjikan Tahun 2022, Bikin Ruang Kerja Work From Anywhere

Bisnis | Senin, 18 April 2022 | 16:35 WIB

Tak Mau Bangkrut Seperti Sri Lanka, Pemerintah Nepal Minta Warganya Bantu Cadangan Devisa

Tak Mau Bangkrut Seperti Sri Lanka, Pemerintah Nepal Minta Warganya Bantu Cadangan Devisa

News | Senin, 18 April 2022 | 10:15 WIB

Startup Dagangan Ciptakan Dampak Positif bagi 25.000 Masyarakat Pedesaan

Startup Dagangan Ciptakan Dampak Positif bagi 25.000 Masyarakat Pedesaan

Press Release | Rabu, 13 April 2022 | 17:42 WIB

Kominfo Selesaikan Program HUB.ID 2021, Dukung Industri Startup Digital di Indonesia

Kominfo Selesaikan Program HUB.ID 2021, Dukung Industri Startup Digital di Indonesia

Tekno | Jum'at, 08 April 2022 | 16:55 WIB

Pembinaan Perusahaan Rintisan Harus Konsisten untuk Akselerasi Transformasi Digital

Pembinaan Perusahaan Rintisan Harus Konsisten untuk Akselerasi Transformasi Digital

Tekno | Kamis, 07 April 2022 | 20:52 WIB

15 Startup Lolos Seleksi SSI Batch 4, Ada Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan dan Kecantikan

15 Startup Lolos Seleksi SSI Batch 4, Ada Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan dan Kecantikan

Tekno | Selasa, 05 April 2022 | 07:54 WIB

Terkini

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB