Hacker Curi Aset Kripto Senilai Rp2,5 Triliun untuk Didonasikan ke Ukraina

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 21 April 2022 | 14:51 WIB
Hacker Curi Aset Kripto Senilai Rp2,5 Triliun untuk Didonasikan ke Ukraina
Ilustrasi hacker (Foto: twitter.com/RakyatdotNews)

Suara.com - Aksi pembobolan oleh hacker berhasil mencuri aset kripto senilai Rp2,5 triliun dari aplikasi Beanstalk Farm. Peretas yang memanfaatkan fitur flash loan dari AAVE itu mengirim aset curian ke alamat donasi kripto Pemerintah Ukraina.

“Ada peretasan di Beanstalk. Kami sedang menyelidikinya dan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut,” tulis Beanstalk yang mengkonfirmasi serangan hacker pada Minggu (17/4/2022) lalu.

Namun, sebelumnya, perusahaan keamanan siber PeckShield sudah mengumumkan hal ini. “Aplikasi Beanstalk diretas. Akibatnya sejumlah kripto dicuri, termasuk kripto ETH dan kripto BEAN dengan nilai total keuntungan bersih setara US$80 juta,” tulis PeckShield di Twitter.

Dalam cuitannya, perusahaan yang fokus pada cyber security itu menyebut, peretas meenggasak US$80 juta dari total kripto. Mereka juga berhasil menelusuri adanya transaksi kripto USDC senilai US$250 ribu masuk ke wallet donasi kripto Pemerintah Ukraina.

Mengutip dari Blockchainmedia, hacker tersebut dalam kajian CertiK, memanfaatkan fitur flash loan yang diperoleh melalui protokol Aave untuk meminjam kripto bernilai hampir US$1 miliar.

Sebelum akhirnya pelaku menukarnya kripto BEAN yang cukup untuk mendapatkan 67 persen hak suara dalam proyek tersebut.

“Dengan kripto supermayoritas ini, mereka dapat menyetujui eksekusi kode yang mentransfer aset ke dompet mereka sendiri. Peretas kemudian langsung melunasi pinjaman itu dan menghasilkan keuntungan US$80 juta,” sebut Certik.

Sebelumnya, jaringan pengembang game Axie Infinity, Ronin juga kehilangan aset hingga 600 juta dolar AS akibat aksi peretasan.

Kerugian sangat masif itu akhirnya mendorong bursa kripto Binance memberikan bantuan dana agar kerugian pengguna bisa diganti.

Baca Juga: Tentaranya Dikepung Di Mariupol, Ukraina Ajak Rusia Berunding

Penyebab utama peretasan ini lantaran kelalaian pengelola beberapa validator jaringan dalam menjaga keamanan private key sehingga pelaku bisa memverifikasi transaksi dan menggasak kripto di dalamnya.

Belum lama ini, pihak Amerika Serikat menuduh kelompok peretas Lazarus asal Korea Utara sebagai pelaku peretasan tersebut.

Kelompok peretas yang disebutkan berasal dari Distrik Potonggang di Pyongyang, Korea Utara itu mengendalikan wallet, berdasarkan address blockchain Ethereum ini. 0x098B716B8Aaf21512996dC57EB0615e2383E2f96.

Perusahaan keamanan siber, Chainalysis memastikan bahwa dompet kripto tersebut memang menampung kripto yang dicuri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI