Pertanian di Jeneponto Dinilai Berpotensi Jaga Kebutuhan Pangan Nasional dan Memberikan Lapangan Kerja

Fabiola Febrinastri

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:32 WIB
Pertanian di Jeneponto Dinilai Berpotensi Jaga Kebutuhan Pangan Nasional dan Memberikan Lapangan Kerja
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Pertanian di Jeneponto, Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam menjaga kebutuhan pangan nasional dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat menggelar Tanam perdana padi sekaligus pencanangan perdana indeks pertanaman (IP) 300 atau penanaman 3 kali setahun (padi-Padi-jagung).

"Jeneponto adalah daerah yang dikaruniai Allah luar biasa, dan pertanian merupakan jawaban dari hadirnya kehidupan yang lebih baik. Pertanian, selain untuk kebutuhan pangan kita, juga mampu membuka lapangan pekerjaan," katanya di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Tulatea, Jeneponto, Sulsel, Minggu (15/5/2022).

Menurut SYL, pertanian membuat semua industri berjalan, termasuk minyak dibuat dari sawit, B30.

"Sekarang pertanian pun tidak lagi mengenal daerah kering, daerah basah, karena ada tekhnologi, ada varietas. Siapa yang lebih gigih bekerja, itulah yang akan menuai hasilnya," jelasnya.

SYL menambahkan, penanaman padi dan jagung di Jeneponto merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

"Wilayah diJeneponto sangat subur dan bisa dijadikan sebagai daerah percontohan penanaman IP300," ujarnya.

“Sekarang, kita tidak perlu tanam besar-besar juga oke, ada caranya. Yang penting tadi, ada mau, ada tekad. Misalnya 1000 hektare, hasilnya Rp30 miliar kalau tiga kali tanam, berarti Rp90 miliar, anakmu bisa sekolah, bisa beli motor, pendidikan makin bagus,” tegas mentan.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi, sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri. Surplusnya pun dapat diekspor.

Suwandi berharap ke depan, Jeneponto, dengan potensi alam yang sangat baik ini dapat menerapkan sistim pertanaman IP400.

baca juga

Untuk pencanangan ini, varietas padi yang ditanam adalah Inpari 42, Inpari 32, Mekonga dan Produktivitas rata rata 5,4 ton/ha, Varietas jagung yang ditanam Pertiwi 2, Pertiwi 3, NK, RK457, Nasa29 dengan produktivitas rata rata 7,8 ton/hektare.

Untuk diketahui, Kabupaten Jeneponto memproduksi padi pada 2021 mencapai 163.218 ton GKG, setara dengan 93.181 ton beras. Sedangkan potensi luas panen padi sekabupaten Jeneponto pada Mei 2022,  609 hektare, dengan estimasi produksi 4.090 ton GKG.

Untuk realisasi luas panen padi Kabupaten Jeneponto 2021, 29.018 hektare, dengan estimasi produksi 163.218 ton GKG dan produktivitas 2021, 5,62 ton/hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Minta Petani di Berau Manfaatkan AUTP untuk Antisipasi Intensitas Hujan yang Meningkat

Kementan Minta Petani di Berau Manfaatkan AUTP untuk Antisipasi Intensitas Hujan yang Meningkat

Bisnis | Minggu, 15 Mei 2022 | 14:52 WIB

Cegah Penyebaran PMK Meluas, Mentan Siapkan Upaya-upaya untuk Mempercepat Penanganan

Cegah Penyebaran PMK Meluas, Mentan Siapkan Upaya-upaya untuk Mempercepat Penanganan

Bisnis | Jum'at, 13 Mei 2022 | 16:27 WIB

Kementan Siapkan Tiga Agenda dalam Penanganan Kasus PMK

Kementan Siapkan Tiga Agenda dalam Penanganan Kasus PMK

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2022 | 21:08 WIB

Waspadai PMK, Gubernur Ganjar Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak di Daerah Perbatasan Sesuai Arahan Kementan

Waspadai PMK, Gubernur Ganjar Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak di Daerah Perbatasan Sesuai Arahan Kementan

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2022 | 13:16 WIB

Mentan Tegaskan Penyakit PMK Tidak Berbahaya bagi Manusia

Mentan Tegaskan Penyakit PMK Tidak Berbahaya bagi Manusia

Bisnis | Rabu, 11 Mei 2022 | 19:30 WIB

Kapolri Siap Bantu Awasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak di Beberapa Daerah

Kapolri Siap Bantu Awasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak di Beberapa Daerah

News | Rabu, 11 Mei 2022 | 17:49 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×