Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lakuliner Ajak Pebisnis Rumahan Manfaatkan Spot Terabaikan Jadi Ladang Bisnis

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 23 Mei 2022 | 06:21 WIB
Lakuliner Ajak Pebisnis Rumahan Manfaatkan Spot Terabaikan Jadi Ladang Bisnis
Lakuliner.

Suara.com - Di Indonesia, khususnya Jakarta, layanan pemesanan makanan secara daring masih terus diminati oleh sebagian besar masyarakat. Hanya dengan membuka aplikasi dalam ponsel pintar dan mengisi saldo, kita bisa menyantap makanan favorit.

Google, Temasek, dan Bain Company memprediksikan bahwa pada 2025, Gross Merchandise Value (GMV) jasa pesan-antar makanan dan transportasi daring di Indonesia akan menyentuh angka US$ 16 miliar atau setara dengan Rp225,6 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).

Tentu saja, besarnya pengguna jasa pesan-antar makanan secara daring tidak terpisahkan dari pandemi Covid-19 yang sudah merebak sejak 2020 lalu. Ditambah lagi, konsep cloud kitchen, berdasarkan riset dari Savills–sebuah konsultan properti–pada Maret 2021 terdapat 70 cabang dapur kolektif dengan 500 lebih bilik dapur yang beroperasi di Jakarta.

Sebagai salah satu pebisnis kuliner di Indonesia, Lakuliner memanfaatkan tingginya pengguna jasa pesan-antar makanan dan positifnya tren cloud kitchen dengan senantiasa melakukan ekspansi cabang di berbagai titik.

Lakuliner juga mengajak masyarakat luas untuk bekerja sama sebagai mitra, yakni dengan menyulap spot terabaikan di rumah menjadi ladang bisnis.

Bersama Lakuliner, para ibu dan bapak rumah tangga bisa berjualan makanan dari kediamannya masing-masing. Selain itu, ada pula testimoni positif dari Ibu Yuli, pemilik usaha makanan Ayam Bebek Tiarap.

Dari 2011–2019, Ayam Bebek Tiarap sudah berjualan secara offline. Pandemi kemudian menerpa dan mereka harus tutup selama lima sampai enam bulan. Namun, pada 2020, Ayam Bebek Tiarap mulai bergerak secara online bersama Lakuliner. Tujuh titik berhasil dibuka dengan penghasilan yang memuaskan.

Perlu diketahui, para pemilik bisnis kuliner akan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan aktivitas operasional. Mereka hanya perlu mengirimkan pre-cooked meals (makanan yang sudah setengah jadi) ke jaringan dapur Lakuliner. Selebihnya, makanan akan diurus oleh Lakuliner dan para mitra dapur rumahan.

Tidak hanya itu, melalui model bisnisnya, Lakuliner hendak merangkul para pelaku UMKM di ranah kuliner untuk berkolaborasi dan maju bersama-sama. Kolaborasi yang ditawarkan adalah sistem bagi hasil antara mitra pengusaha kuliner dengan pemilik dapur rumah.

Dengan demikian, para UMKM kuliner bisa berekspansi dengan biaya yang murah dan operasional yang taktis.

“Lakuliner bersama dengan mitra bisnis kuliner akan terus berekspansi hingga 100 cabang di Jabodetabek dengan menggunakan ruang/tempat kosong di rumah penduduk yang saat ini banyak masih belum dimaksimalkan,” kata Rinaldi Dharma Utama selaku CEO Lakuliner dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Apakah konsep cloud kitchen berbasis dapur rumahan akan mengurangi mutu dan kualitas makanan? Tentu tidak. Lakuliner selalu melakukan pengecekan atau audit yang ketat, mulai dari standardisasi kebersihan, pengontrolan hama, hingga menanggapi dan menyelesaikan keluhan dari pelanggan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Gandeng 100 UMKM Jual Produk di Formula E Jakarta

Pemprov DKI Gandeng 100 UMKM Jual Produk di Formula E Jakarta

News | Minggu, 22 Mei 2022 | 20:21 WIB

Jawara Bekasi Lantang Dukung Sandiga Uno Maju di Pilpres 2024, Ternyata Ini Alasannya

Jawara Bekasi Lantang Dukung Sandiga Uno Maju di Pilpres 2024, Ternyata Ini Alasannya

Bekaci | Minggu, 22 Mei 2022 | 12:03 WIB

Menkop Minta Grab Bantu UMKM Jadi Digital, Bukan Ambil Alih Bisnis

Menkop Minta Grab Bantu UMKM Jadi Digital, Bukan Ambil Alih Bisnis

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2022 | 19:12 WIB

Terkini

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:35 WIB

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:25 WIB