Bos Garuda Indonesia Klaim Mayoritas Kreditur Setuju Proposal Damai

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Jum'at, 17 Juni 2022 | 17:08 WIB
Bos Garuda Indonesia Klaim Mayoritas Kreditur Setuju Proposal Damai
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra meyakini mayoritas kreditur akan menyetujui proposal perdamaian yang diajukan perseroan. (Suara.com)

Suara.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra meyakini mayoritas kreditur akan menyetujui proposal perdamaian yang diajukan perseroan dalam sidang pemungutan suara atau voting Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Ia mengklaim, saat ini sudah 60 persen kreditur yang menyetujui proposal perdamaian tersebut. Meski begitu, Irfan mengakui, lobi-lobi kepada kreditur terus berlangsung.

"Saya pikir semua yang datang ke sini punya pilihan dan kami menghargai sekali mereka mau ngantre seperti ini, ini menunjukkan bahwa semua kreditur kita yang datang mencoba bersama-sana cari solusi," ujarnya saat ditemui usai jeda sidang Voting PKPU di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Menurut Irfan, jika mayoritas kreditur menyutujui, maka kreditur yang voting tidak setuju mau tak mau harus ikut ketentuan-ketentuan proposal yang diajukan maskapai pelat merah ini.

"Kemarin sih rasanya mayoritas oke tapi kita lihat hari ini. Saya nggak mau mendahului. Sabar ya," kata dia.

Sebelumnya, maskapai pelat merah ini melakukan perubahan pada proposal perdamaian kepada para kreditur. Perubahan proposal damai ini soal jumlah nominal surat utang yang akan diterbitkan emiten bersandi saham GIAA ini.

Irfan menjelaskan, nilai surat utang tersebut awalnya sebesar USD800 juta, tetapi setelah perubahan nilai surat utang meningkat menjadi USD825 juta.

Dana surat ini, tutur dia, akan digunakan Garuda untuk menyelesaikan kewajiban utang ke lessor, finance lessor, produsen pesawat hingga kreditur lainnya yang memiliki piutang di atas Rp255 juta.

"Jadi, masing masing lessor, financial lessor, engine lessor produsen pesawat, MRO, dan vendor lainnya dengan tagihan diatas Rp255 juta dan pemegang sukuk akan menerima tagihan mereka secara pukul rata. Bentuknya hutang dengan nilai total USD825 juta, ada peningkatan dari draft sebelumnya USD800," jelas dia.

baca juga

Untuk diketahui, Daftar Piutang Tetap (DPT) per 14 Juni 2022 memerinci perusahaan pelat merah Garuda Indonesia memiliki utang terhadap 501 kreditur.

Emiten berkode saham GIAA ini mengakumulasi utang Rp142,42 triliun dengan rincian tagihan terdiri dari daftar piutang tetap kepada 123 lessor sebesar Rp104,37 triliun.

Kemudian utang juga ditanggung Garuda Indonesia kepada 23 kreditur non-preferen sebesar Rp3,95 triliun, dan 300 kreditur non-lessor sebesar Rp34,09 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Garuda Indonesia Punya Utang Jumbo ke Boeing Rp10 Triliun, Tapi Tak Ikut PKPU

Ternyata Garuda Indonesia Punya Utang Jumbo ke Boeing Rp10 Triliun, Tapi Tak Ikut PKPU

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:55 WIB

4 Fakta Utang Rp142 Triliun Garuda Indonesia, Pendapatan Kecil Pengeluaran Jumbo

4 Fakta Utang Rp142 Triliun Garuda Indonesia, Pendapatan Kecil Pengeluaran Jumbo

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 13:29 WIB

Garuda Ajukan Penundaan Voting PKPU Selama Dua Hari, Dirut Jelaskan Alasannya

Garuda Ajukan Penundaan Voting PKPU Selama Dua Hari, Dirut Jelaskan Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2022 | 08:14 WIB

Alasan Dirut Garuda Indonesia Minta Tunda Voting PKPU Selama Dua Hari

Alasan Dirut Garuda Indonesia Minta Tunda Voting PKPU Selama Dua Hari

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2022 | 08:09 WIB

Dukung Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Garuda dan Krakatau Steel, Anggota DPR: BUMN Harusnya Jadi Kebanggaan Negara

Dukung Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Garuda dan Krakatau Steel, Anggota DPR: BUMN Harusnya Jadi Kebanggaan Negara

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 04:55 WIB

Terkini

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Menjembatani Jurang Generasi: Cara Pendidik Memahami Logika Berbahasa Gen Z

Menjembatani Jurang Generasi: Cara Pendidik Memahami Logika Berbahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:25 WIB

×