facebook

Peran PMO Kopi Nusantara Dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kualitas Kopi Indonesia

Iwan Supriyatna
Peran PMO Kopi Nusantara Dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kualitas Kopi Indonesia
Ilustrasi kopi. (Pexels)

Indonesia merupakan produsen biji kopi terbesar ke empat di dunia.

Suara.com - Indonesia merupakan produsen biji kopi terbesar ke empat di dunia. Kementerian Pertanian (Kementan) sesuai data International Coffee Organization (ICO) menyatakan, pada tahun 2019/2020, total kebutuhan kopi dunia mencapai 9,8 juta ton per tahun, sedangkan total produksi kopi dalam negeri baru sebatas 686 ribu ton.

Brazil, Vietnam, Kolombia, merupakan 3 negara produsen kopi terbesar di dunia. Demi meningkatkan kuantitas dan kualitas biji kopi dalam negeri, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.

Dwi Sutoro selaku Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), mengemban amanah sebagai Ketua PMO Kopi Nusantara. Saat ini PMO Kopi Nusantara memiliki 9 pilot projects di 6 wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Total lahan yang kita fasilitasi hingga saat ini lebih dari 6.500 hektar yang dikelola oleh 2.500 petani. Kami berharap hasil panen dari lahan tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” ujar Dwi Sutoro.

Baca Juga: Menebak Kepribadian Berdasarkan Kopi Favoritmu

Peluang Indonesia menjadi pemain utama (key leader) industri kopi internasional terbuka lebar, karena biji kopi Indonesia, dengan proses on farm dan off farm yang baik, memiliki cita rasa dan kualitas level premium.

Potensi ini perlu mendapatkan perhatian, khususnya terkait instrumen perlindungan Kekayaan Intelektual, dalam hal ini Indikasi Geografis (IG).

Selain Kementerian BUMN, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) turut aktif mengembangkan dan merumuskan inovasi demi peningkatan daya saing kopi asal Indonesia.

Kemenlu, melalui Direktorat Jenderal Kerja sama Multilateral, mengadakan Kegiatan “Jaring Masukan ‘Commodities Update’: Sinergi Diplomasi Kopi Indonesia dalam kerangka Peningkatan Komoditas Kopi Berkelanjutan dan Berdaya Saing”.

Acara ini merupakan inisiatif Kemenlu untuk merumuskan sebuah kebijakan holistik dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu tujuan utama acara ini adalah menemukan solusi inovatif yang dapat mendukung upaya peningkatan ekspor kopi Indonesia di pasar global melalui peningkatan daya saing.

Baca Juga: Biar Nggak Boros, Ini Trik Hemat yang Bisa Kamu Lakukan Saat Jajan Es Kopi

Dwi Sutoro selaku Ketua PMO Kopi Nusantara turut berpartisipasi menjadi narasumber utama, dalam paparan berjudul, “Peran Kemitraan Sektor Publik dan Swasta dalam Mendukung Komoditas Kopi Berkelanjutan dan Berdaya Saing”.

Komentar