Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rusia Bakal Dijatuhi Sanksi Baru dari Forum G7, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:40 WIB
Rusia Bakal Dijatuhi Sanksi Baru dari Forum G7, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia naik hampir 2 persen atau USD2 per barel pada Senin, di tengah prospek pasokan yang lebih ketat dan membayangi pasar ketika negara-negara Group of Seven (G-7) berjanji untuk meningkatkan tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mengutip CNBC, Selasa (28/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,97, atau 1,7 persen menjadi USD115,09 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melejit USD1,95, atau 1,8 persen menjadi USD109,57 per barel.

Kelompok negara-negara kaya itu bersumpah untuk mendukung Ukraina "selama yang dibutuhkan," mengusulkan untuk membatasi harga minyak Rusia sebagai bagian dari sanksi baru guna memukul keuangan Moskow.

"Saya pikir jika mereka menerapkan batas harga pada penjualan dan pembelian minyak Rusia, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini akan diterapkan, terutama ketika China dan India menjadi pelanggan terbesar Rusia," kata Andrew Lipow, konsultan minyak yang berbasis di Houston.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, mencatat tidak ada yang bisa menghentikan Rusia dari melarang ekspor minyak dan produk olahan ke negara-negara G-7 sebagai respons atas pembatasan harga, memperburuk kondisi kekurangan di pasar minyak dan produk olahan global.

Komunitas internasional itu harus mengeksplorasi semua opsi untuk meredakan pasokan energi yang ketat, termasuk pembicaraan dengan negara-negara produsen seperti Iran dan Venezuela, kata pejabat kepresidenan Prancis.

"Ekspor minyak kedua anggota OPEC itu dibatasi oleh sanksi Amerika," katanya.

Kedua patokan minyak mentah tersebut ditutup melemah untuk pekan kedua berturut-turut, Jumat, karena kenaikan suku bunga di negara-negara ekonomi utama memperkuat dolar dan mengipasi kekhawatiran resesi global.

Kekhawatiran resesi dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut menyebabkan volatilitas dan penghindaran risiko di pasar berjangka, dengan beberapa investor dan trader energi melakukan pengurangan, sementara harga minyak mentah tetap kuat karena permintaan yang tinggi dan krisis pasokan.

Untuk saat ini, tekanan kekhawatiran pasokan melebihi kekhawatiran seputar pertumbuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Harusnya di Atas Rp30 Ribu per Liter

Pemerintah Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Harusnya di Atas Rp30 Ribu per Liter

Bisnis | Senin, 27 Juni 2022 | 14:16 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Melesat Karena Pasokan yang Ketat

Harga Minyak Dunia Kembali Melesat Karena Pasokan yang Ketat

Bisnis | Senin, 27 Juni 2022 | 06:33 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi, Kini Turun Jadi 110 Dolar AS/Barel

Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi, Kini Turun Jadi 110 Dolar AS/Barel

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2022 | 07:21 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB