facebook

Trader Senior Sebut Bitcoin Tak Layak Disebut Investasi: Lebih Mirip Aset Spekulasi

M Nurhadi
Trader Senior Sebut Bitcoin Tak Layak Disebut Investasi: Lebih Mirip Aset Spekulasi
Kumpulan token bitcoin (mata uang virtual) ditampilkan dalam ilustrasi gambar ini diambil 8 Desember 2017. [Dok.Antara]

Meski demikian, ia meyakini bahwa BTC memiliki kemungkinan besar untuk memberi keuntungan besar dalam jangka panjang.

Suara.com - Trader kripto veteran, Peter Brandt menyebut, nilai Bitcoin atau BTC saat ini lebih mirip dengan aset spekulatif diibandingkan investasi.

Sosok yang dianggap sebagai sosok trader legendaris di kripto ini mengatakan, Bitcoin adalah murni permainan spekulatif dan tidak cocok jika disebut aset investasi.

Bukan tanpa asalan, ia menyinggung crash kripto terutama BTC yang terjadi selama 12 tahun belakangan. Selain itu, menurutnya, Bitcoin tidak memiliki kemampuan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

Meski demikian, ia meyakini bahwa BTC memiliki kemungkinan besar untuk memberi keuntungan besar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Iran Segera Rilis Proyek Uang Digital Rial Kripto dalam Waktu Dekat

Dengan pasokan BTC yang terbatas serta, transparansi, keamanan yang menjanjikan serta transfer yang maju membuat BTC dilirik banyak kalangan.

Tidak hanya itu, Brandt juga menilai saat ini fitur yang ditawarkan oleh BTC tidak tertandingi. Namun, bukan tidak mungkin kelak posisi tersebut akan direbut.

“Tidak ada yang lebih baik dari BTC untuk fitur yang dimilikinya. Tetapi apakah kita benar-benar mau berasumsi bahwa tidak ada yang serupa atau lebih baik yang akan pernah ditemukan? Apakah BTC adalah puncak kejeniusan manusia?,” ungkap Brandt dikutip via Blockchain Media.

Dalam jajak pendapat yang ia unggah di Twitter, Brandt mengungkapkan bahwa dari 9.247 responden, 53,5 persen dari mereka percaya bahwa harga BTC belum mencapai titik terbawah, alias bottom.

Mereka melihat bahwa penurunan masih akan terus berlanjut, sehingga pergerakan ke bawah level US$20.000 mungkin masih menjadi kekhawatiran tersendiri, merujuk pada kondisi ekonomi global saat ini. 

Baca Juga: Survei Mastercard: Masyarakat Amerika Latin Sangat Tertarik Transaksi Kripto

Komentar