Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Mata Uang Digital Bank Sentral Dianggap Masih Banyak Masalah, Bank Dunia Singgung BI?

M Nurhadi

Selasa, 12 Juli 2022 | 16:00 WIB
Mata Uang Digital Bank Sentral Dianggap Masih Banyak Masalah, Bank Dunia Singgung BI?
Ilustrasi pembayaran digital - (Freepik)

Suara.com - Lead Financial Sector Specialist Payment System Development Group Bank Dunia Harish Natarajan mengatakan, mata uang digital bank sentral atau CBDC tidak menjamin kontribusi pada inklusi keuangan.

"Saya pikir ini lebih mengenai mata uang digital bank sentral (CBDC) sebagai sebuah program, yang pasti akan membawa perhatian pada beberapa masalah panjang terkait akses dan penggunaan yang lebih rendah," ujar Harish dalam Seminar Side Event G20 Indonesia yang bertajuk "CBDC: Access and Inclusion", Selasa (12/7/2022).

Sejumlah pihak dipastikan bisa mengklasifikasikan CBDC ke dalam biaya tinggi untuk memecahkan segmen pelanggan tertentu, biaya tinggi untuk akses dan penggunaan, serta kurangnya kasus penggunaan yang menarik perhatian.

Sehingga, menurutnya ada banyak masalah yang segera ditangani, sebagai bagian dari peluncuran CBDC yang sukses, serta akan mengambil bentuk pengembangan ekosistem umum yang terbagi dalam tiga kategori, di samping fitur CBDC khusus dan fitur ekosistem.

Kategori pertama yaitu masuknya pemain baru serta model bisnis dan distribusi baru, yang mengacu pada masuknya pemain non bank dan layanan berbasis agen serta model lainnya yang mungkin merupakan persyaratan nasabah yang esensial, disederhanakan, dan berjenjang.

"Setiap kali Anda ingin memiliki layanan berbasis akun, saya pikir ini menjadi penting dan kekurangan itu bisa menjadi penghalang tersendiri," tuturnya.

Sementara, menurut dia, ada faktor pendorong kuat yang diperlukan dan bisa datang dari kebutuhan yang mendesak seperti transfer penduduk di negara besar dimana ada banyak migrasi desa ke kota atau sebaliknya, hingga ke sebuah atau karena program pemerintah yang kuat, yang perlu menjangkau banyak penerima dalam waktu yang tepat.

Dengan demikian, hal tersebut menjadi kasus penggunaan yang menarik bagi individu untuk beralih ke digital, dan tanpa itu, dengan semua kecanggihan teknis fasilitas, ia menilai negara manapun tidak akan mencapai dampak CBDC terhadap inklusi keuangan.

Kategori kedua adalah kecocokan dengan berbagai faktor bentuk dan instrumen, yang sudah nyaman bagi individu dan bisnis.

baca juga

Dalam beberapa konteks, itu mungkin berarti diperlukan jenis struktur yang mensimulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diakses melalui ponsel atau alat digital lain yang tersedia untuk populasi umum.

Ia melanjutkan, kategori yang ketiga adalah perlindungan data dan privasi kami yang menjadi sangat penting, khususnya, perlindungan data privasi yang tidak selalu berarti anonimitas penuh.

"Jadi lebih kepada kenyamanan bahwa tanpa proses yang semestinya, data transaksi tidak disalahgunakan. Saya pikir itu adalah poin kunci utama, CBDC dan berbagai teknologi lainnya bisa memberikan berbagai cara untuk mengatasinya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Naik Perlahan, Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan

Inflasi Naik Perlahan, Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2022 | 14:37 WIB

Mata Uang Digital Bank Sentral Dipersiapkan, BI Akan Terima Masukan Dari Semua Kalangan

Mata Uang Digital Bank Sentral Dipersiapkan, BI Akan Terima Masukan Dari Semua Kalangan

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2022 | 11:01 WIB

OVO Meningkatkan Limit Saldo dan Top Up Sampai Rp 40 Juta

OVO Meningkatkan Limit Saldo dan Top Up Sampai Rp 40 Juta

Tantrum | Selasa, 12 Juli 2022 | 10:49 WIB

Bos BI Ungkap Target Transaksi e-Commerce 2022 Capai Rp536 Triliun

Bos BI Ungkap Target Transaksi e-Commerce 2022 Capai Rp536 Triliun

Bisnis | Senin, 11 Juli 2022 | 16:35 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Segera Tingkatkan Suku Bunga Acuan Agar Investor Bertahan

Bank Indonesia Diprediksi Segera Tingkatkan Suku Bunga Acuan Agar Investor Bertahan

Bisnis | Jum'at, 08 Juli 2022 | 17:04 WIB

Bank Indonesia melantik 11 pemimpin baru Kantor Pusat dan Perwakilan BI.

Bank Indonesia melantik 11 pemimpin baru Kantor Pusat dan Perwakilan BI.

Tantrum | Jum'at, 08 Juli 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×