Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
Ilustrasi. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran krisis energi dan logistik global mulai membuat para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersuara. Tak terkecuali PT Multitrend Indo Tbk (BABY), pemegang lisensi berbagai merek pakaian dan mainan anak ternama. Freepik.com/jcomp)
  • Penutupan Selat Hormuz belum berdampak material pada operasional & keuangan BABY.
  • BABY aman berkat diversifikasi rantai pasok lokal dan regional yang dominan.
  • Perseroan terus pantau harga energi dan logistik guna jaga stabilitas usaha.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran krisis energi dan logistik global mulai membuat para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersuara.

Tak terkecuali PT Multitrend Indo Tbk (BABY), pemegang lisensi berbagai merek pakaian dan mainan anak ternama.

Melalui keterbukaan informasi resminya, Rabu (25/3/2026), emiten berkode saham BABY ini memberikan penjelasan terkait potensi dampak penutupan jalur laut paling krusial di dunia tersebut terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Manajemen PT Multitrend Indo Tbk mengakui bahwa penutupan Selat Hormuz merupakan fakta material yang berpotensi mengguncang kondisi makroekonomi, terutama pada lonjakan harga energi dan biaya pengiriman barang (logistik). Namun, untuk saat ini, para orang tua pelanggan BABY tampaknya tak perlu khawatir soal stok barang.

"Berdasarkan evaluasi Perseroan, hingga saat ini tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan," ujar Corporate Secretary BABY, Nauli Masitha Dewi, dalam keterangan resminya.

Di tengah bayang-bayang gangguan rantai pasok global, BABY mengklaim memiliki struktur rantai pasok yang cukup kuat dan terdiversifikasi. Strategi mengandalkan sumber pasokan lokal dan regional menjadi "tameng" utama bagi perseroan dalam menghadapi ketidakpastian di Timur Tengah.

Hingga tanggal 25 Maret 2026, manajemen memastikan bahwa rantai pasok tetap terjaga, ketersediaan barang di gerai-gerai masih normal dan distribusi berjalan tanpa hambatan berarti.

"Dampak yang teridentifikasi masih terbatas dan dapat dikelola. Perseroan tetap melakukan pemantauan secara aktif serta menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas operasional," lanjut Nauli.

Meski masih dalam zona aman, langkah preventif tetap diambil untuk mengantisipasi jika konflik meluas dan mempengaruhi biaya operasional secara jangka panjang. BABY berkomitmen menjaga kinerja keuangan agar tetap solid di tengah volatilitas pasar global yang kian liar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB