Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
Ilustrasi. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran krisis energi dan logistik global mulai membuat para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersuara. Tak terkecuali PT Multitrend Indo Tbk (BABY), pemegang lisensi berbagai merek pakaian dan mainan anak ternama. Freepik.com/jcomp)
baca 10 detik
  • Penutupan Selat Hormuz belum berdampak material pada operasional & keuangan BABY.
  • BABY aman berkat diversifikasi rantai pasok lokal dan regional yang dominan.
  • Perseroan terus pantau harga energi dan logistik guna jaga stabilitas usaha.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran krisis energi dan logistik global mulai membuat para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersuara.

Tak terkecuali PT Multitrend Indo Tbk (BABY), pemegang lisensi berbagai merek pakaian dan mainan anak ternama.

Melalui keterbukaan informasi resminya, Rabu (25/3/2026), emiten berkode saham BABY ini memberikan penjelasan terkait potensi dampak penutupan jalur laut paling krusial di dunia tersebut terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Manajemen PT Multitrend Indo Tbk mengakui bahwa penutupan Selat Hormuz merupakan fakta material yang berpotensi mengguncang kondisi makroekonomi, terutama pada lonjakan harga energi dan biaya pengiriman barang (logistik). Namun, untuk saat ini, para orang tua pelanggan BABY tampaknya tak perlu khawatir soal stok barang.

"Berdasarkan evaluasi Perseroan, hingga saat ini tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan," ujar Corporate Secretary BABY, Nauli Masitha Dewi, dalam keterangan resminya.

Di tengah bayang-bayang gangguan rantai pasok global, BABY mengklaim memiliki struktur rantai pasok yang cukup kuat dan terdiversifikasi. Strategi mengandalkan sumber pasokan lokal dan regional menjadi "tameng" utama bagi perseroan dalam menghadapi ketidakpastian di Timur Tengah.

Hingga tanggal 25 Maret 2026, manajemen memastikan bahwa rantai pasok tetap terjaga, ketersediaan barang di gerai-gerai masih normal dan distribusi berjalan tanpa hambatan berarti.

"Dampak yang teridentifikasi masih terbatas dan dapat dikelola. Perseroan tetap melakukan pemantauan secara aktif serta menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas operasional," lanjut Nauli.

Meski masih dalam zona aman, langkah preventif tetap diambil untuk mengantisipasi jika konflik meluas dan mempengaruhi biaya operasional secara jangka panjang. BABY berkomitmen menjaga kinerja keuangan agar tetap solid di tengah volatilitas pasar global yang kian liar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:54 WIB

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:53 WIB

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

×