Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Jerman Hadapi Krisis Energi Usai Pemutusan Pasokan Rusia, Pejabat Minta Warga Berhemat

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 14 Juli 2022 | 10:30 WIB
Jerman Hadapi Krisis Energi Usai Pemutusan Pasokan Rusia, Pejabat Minta Warga Berhemat
Aktivitas warga Jerman berbelanja di pasar (DW Indonesia)

Suara.com - Salah satu perwakilan usaha dari Jerman menyebut kemungkinan kemunculan kerusuhan sosial kecuali ada pembatasan harga energi di negara itu.

"Biaya energi rumah tangga bisa tiga kali lipat di Jerman karena pasokan gas Rusia berkurang," kata para pejabat di sektor energi.

Kepala regulator Badan Jaringan Federal Jerman Klaus Mueller dalam wawancaranya dengan media lokal, RND berharap, masyarakat mengurangi konsumsi energi dan menyimpan uang.

Bahkan, kepala kantor pekerjaan kota Chemnitz --salah satu dari 900 perusahaan publik milik kota yang merupakan bagian utama dari lanskap energi Jerman-- Chemitz berharap adanya langkah lebih.

"Kita harus membantu rumah tangga biasa dan menetapkan batas atas untuk biaya energi," kata Warner kepada Antara.

Dia memperingatkan bahwa tagihan energi tahunan dapat naik dari 1.500 euro (sekitar Rp22,55 juta) menjadi 4.700 euro (sekitar Rp70,66 juta) pada Oktober.

"Jika kita mengalami kerusuhan sosial, negara tidak akan mampu mengatasinya," ujar Warner.

Kementerian energi Jerman belum menanggapi permintaan komentar yang dikirim Reuters setelah jam kerja.

Menteri Energi Jerman Robert Habeck sebelumnya telah menolak seruan untuk pembatasan harga energi di negara bagian. 

Melansir via Antara, Habeck menjelaskan, negara bagian tidak dapat sepenuhnya mengimbangi kenaikan harga dan bahwa upaya untuk pembatasan harga energi akan mengirimkan sinyal yang salah tentang perlunya menghemat energi.

Setelah menikmati kemakmuran dari gas Rusia yang murah selama beberapa dekade, Jerman menghadapi krisis karena Rusia memangkas kembali pasokan gasnya.

Pemerintah negara-negara Barat mengatakan Moskow melakukan langkah itu untuk membalas sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas invasinya ke Ukraina, tetapi Moskow membantah tuduhan itu dengan memberikan alasan mengalami masalah teknis.

Beberapa analis memperingatkan bahwa dukungan publik untuk sanksi keras terhadap Moskow dapat melemah lebih lanjut jika standar hidup masyarakat menurun.

Sebuah jajak pendapat oleh lembaga penelitian sosial Forsa yang diterbitkan pada Rabu (13/7) menemukan kecenderungan bahwa dukungan untuk memboikot gas Rusia telah turun, dari 44 persen responden pada enam minggu lalu menjadi hanya 32 persen sekarang.

Penjualan gas Rusia merupakan sumber utama keuangan untuk tindakan militer, yang Moskow sebut sebagai "operasi khusus" di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Desak Rusia Segera Membebaskan Warga Ukraina yang Dipindah Paksa

Amerika Desak Rusia Segera Membebaskan Warga Ukraina yang Dipindah Paksa

Malang | Kamis, 14 Juli 2022 | 07:15 WIB

Iran Dilaporkan Kirim Ratusan Pesawat Drone Bersenjata, Bantu Rusia Perang Lawan Ukraina

Iran Dilaporkan Kirim Ratusan Pesawat Drone Bersenjata, Bantu Rusia Perang Lawan Ukraina

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 11:23 WIB

Indonesia Tuan Rumah, Menteri Keuangan Rusia dan Menteri Keuangan Ukraina Dijadwalkan Bertemu Secara Virtual

Indonesia Tuan Rumah, Menteri Keuangan Rusia dan Menteri Keuangan Ukraina Dijadwalkan Bertemu Secara Virtual

Sulsel | Rabu, 13 Juli 2022 | 10:36 WIB

Perusahaan Rusia Bikin Aspal Aroma Stroberi

Perusahaan Rusia Bikin Aspal Aroma Stroberi

| Rabu, 13 Juli 2022 | 10:19 WIB

Ekonomi Rusia Semakin Membaik Meski Ditekan Sanksi Barat dan AS

Ekonomi Rusia Semakin Membaik Meski Ditekan Sanksi Barat dan AS

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2022 | 10:06 WIB

Muncul Kasus Pertama Cacar Monyet di Rusia, Pasien Bergejala Ringan

Muncul Kasus Pertama Cacar Monyet di Rusia, Pasien Bergejala Ringan

Malang | Selasa, 12 Juli 2022 | 22:20 WIB

Terkini

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB