Wamenkeu: APBN Harus Kembali Sehat usai 'Sakit' Akibat Pandemi Covid-19

Agung Sandy Lesmana, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 14 Juli 2022 | 15:56 WIB
Wamenkeu: APBN Harus Kembali Sehat usai 'Sakit' Akibat Pandemi Covid-19
Wamenkeu: APBN Harus Kembali Sehat usai 'Sakit' Akibat Pandemi Covid-19. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan(Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan APBN harus kembali disehatkan setelah bekerja sangat keras dan menjadi shock absorber berbagai guncangan akibat Covid di tahun-tahun sebelumnya sekaligus untuk menghadapi dinamika ekonomi global ke depannya.

Hal ini dikatakan Suahasil saat berbicara pada Seminar yang diselenggarakan INDEF yang juga merupakan Side Event G20, Kamis (14/7/2022) secara daring.

“Ketika dunia masih mencari cara bagaimana menangani global debt ini di forum-forum internasional seperti di Forum G20, Forum World Bank, dan Forum IMF, lalu dunia masuk ke dalam situasi krisis pandemi Covid-19,” papar Suahasil.

Suahasil bercerita di Indonesia, pada bulan Maret tahun 2020 muncul kebijakan PSBB untuk mengendalikan penularan Covid-19. Kebijakan pembatasan ini menimbulkan masalah ekonomi dimana manusia tidak berinteraksi dan masyarakat tidak melakukan kegiatan ekonomi sehingga kegiatan ekonominya turun.

Karena kegiatan ekonomi turun berarti konsumsi turun, investasi turun, ekspor dan impor turun. Wamenkeu mengatakan, untuk menjaga ekonomi supaya tidak terkontaksi lebih dalam, maka government expenditure harus menjadi countercyclical factor.

“Meskipun pemerintah mengalami penurunan pendapatan negara karena kegiatan ekonomi masyarakat turun, namun belanja negaranya tidak boleh turun. Kenapa belanja negaranya tidak boleh turun? Karena kita harus melindungi masyarakat, harus tetap menjalankan aktivitas ekonomi pemerintahan melakukan aktivitas pelayanan publik, dan saat itu justru kita harus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan. Rumah Sakit harus ditingkatkan, Puskesmas harus disiagakan, peralatan APD harus tetap disediakan walaupun harganya mahal waktu itu,” katanya.

Secara tegas mantan Kepala Kebijakan Fiskal (BKF) ini mengatakan bahwa Pemerintah tidak pernah bertujuan melakukan budget maximizer. Tapi Pemerintah memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa dan negara serta untuk menjalankan layanan publik.

Melalui Perpu nomor 1 tahun 2020, Pemerintah mendapatkan ijin untuk melakukan pelebaran defisit hingga diatas 3 persen terhadap PDB hanya untuk 3 tahun yaitu 2020-2022.

“Pada tahun 2021, Pemerintah juga masih mencoba menurunkan defisit, namun defisitnya memang masih di atas 3 persen. Masuk ke tahun 2022 ini, Pemerintah juga masih berupaya untuk menurunkan defisit sehingga defisit APBN bisa melandai, karena defisit APBN yang melandai itu artinya adalah kita sedang mengupayakan agar APBN bisa lebih sehat kembali setelah menjadi shock absorber di tahun sebelumnya. Selain itu, APBN juga harus kuat. APBN yang kuat itu adalah APBN yang memiliki ruang fiskal,” lanjut Wamenkeu.

baca juga

Sementara itu pada awal tahun 2022, tensi geopolitik Rusia-Ukraina telah menciptakan tekanan di sektor keuangan Internasional dan mengakibatkan percepatan dampak atas supply disruption dan peningkatan harga komoditas.

“Ketika kenaikan harga komoditas di tingkat dunia terjadi dengan sangat cepat, maka lagi-lagi APBN menjadi shock absorber dari kondisi tersebut. Indonesia saat ini memiliki satu desain kebijakan yang ingin memastikan bahwa stabilitas di masyarakat bisa kita dorong, sambil dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembatasan BBM Subsidi Ringankan Beban Fiskal APBN, Bantu Masyarakat Miskin

Pembatasan BBM Subsidi Ringankan Beban Fiskal APBN, Bantu Masyarakat Miskin

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2022 | 08:25 WIB

Jokowi Klaim Bansos Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Daya Beli

Jokowi Klaim Bansos Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Daya Beli

Tantrum | Selasa, 12 Juli 2022 | 11:40 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sebut Ada 84 Ribu Desa Belum Terkoneksi Internet

Menkeu Sri Mulyani Sebut Ada 84 Ribu Desa Belum Terkoneksi Internet

Bisnis | Senin, 11 Juli 2022 | 21:03 WIB

Wamenkeu: APBN Tahan Harga Energi yang Naik di Tengah Tensi Global

Wamenkeu: APBN Tahan Harga Energi yang Naik di Tengah Tensi Global

Bisnis | Sabtu, 09 Juli 2022 | 02:00 WIB

Terkini

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:57 WIB

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:56 WIB

×