Sri Mulyani Pusing Harga Minyak Melesat Ekstrem 350 Persen di Hadapan Delegasi G20

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:49 WIB
Sri Mulyani Pusing Harga Minyak Melesat Ekstrem 350 Persen di Hadapan Delegasi G20
Menteri Keuangan Sri Mulyani. [Antara/Nova Wahyudi]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak habis pikir melihat tren kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini, padahal kata dia pada awal-awal pandemi Covid-19 di April 2020 harga minyak saat itu sempat bergerak negatif, tapi saat ini harga minyak sudah naik hampir 350 persen.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat melakukan pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 di Bali, Jumat (15/7/2022).

"Sekarang kita menghadapi situasi ekstrem," kata Sri Mulyani.

Kondisi kata dia makin menambah buruk situasi ekonomi global, usai sempat ingin pulih usai pandemi Covid-19.

Lebih lanjut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menjadi salah satu faktor meningkat harga sejumlah komoditas global termasuk komoditi energi.

Minyak mentah dikatakan Sri Mulyani saat ini harganya makin tak karuan, sempat menyentuh level USD140/barel telah membuat kenaikan inflasi disejumlah negara, Amerika Serikat,  Inggris hingga negara Eropa.

Tak hanya itu, lonjakan harga minyak mentah ini juga telah menumbangkan sejumlah negara, sebut saja Sri Lanka yang harus menelan pil pahit karena mengalami resesi hingga 85 persen.

Begitu juga dengan harga gas alam yang melesat hingga 60 persen, kondisi kata Sri Mulyani menambah penuh ketidakpastian ekonomi global.

"Bahkan di sejumlah negara mengalami kelangkaan. Kami melihat ini memiliki implikasi politik dan sosial yang besar di Sri Lanka, Ghana, Peru. Ekuador dan di tempat lain," tuturnya.

baca juga

Kelangkaan gas alam pun disebut menjadi ancaman penghambat pemulihan ekonomi negara. Oleh sebab itu, Sri Mulyani meyakini saat ini situasi global alami krisis energi.

"Perang serta kenaikan harga komoditas dapat memperburuk lonjakan inflasi global dan meningkatkan ketidakstabilan sosial lebih lanjut. Kita bisa melihat penurunan lebih lanjut dalam standar hidup, terutama untuk rumah tangga miskin dan rentan," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Ungkap Lusinan Negara Berkembang Terancam Tidak Bisa Bayar Utang

Menkeu Ungkap Lusinan Negara Berkembang Terancam Tidak Bisa Bayar Utang

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 11:36 WIB

Roy Suryo Sebut Indonesia Bisa Jadi Seperti Sri Lanka: Kalau Utang Ugal-ugalan, Ngotot IKN

Roy Suryo Sebut Indonesia Bisa Jadi Seperti Sri Lanka: Kalau Utang Ugal-ugalan, Ngotot IKN

News | Jum'at, 15 Juli 2022 | 10:17 WIB

Menkeu: Dunia Berada di Tengah Krisis Energi Global

Menkeu: Dunia Berada di Tengah Krisis Energi Global

News | Jum'at, 15 Juli 2022 | 10:25 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×