Harga Emas Dunia Catatkan Penurunan Mingguan Kelima Berturut-turut

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Juli 2022 | 08:51 WIB
Harga Emas Dunia Catatkan Penurunan Mingguan Kelima Berturut-turut
Ilustrasi emas. (Pixabay/@stevebidmead)

Suara.com - Harga emas dunia kembali turun pada akhir pekan lalu sekaligus membukukan kerugian mingguan kelima berturut-turut, karena ekspektasi kenaikan suku bunga yang cukup besar oleh Federal Reserve AS (The Fed) mendorong dolar dan mengikis daya tarik emas.

Mengutip CNBC, Senin (18/7/2022) harga emas di pasar spot menguat menjadi USD1.705,39 per ounce, tetapi turun sekitar 2 persen minggu ini. Sementara emas berjangka AS juga turun 0,13 persen menjadi USD1,703,6.

Dolar bertahan di level tertinggi dua dekade, membuat emas batangan lebih mahal bagi investor luar negeri.

"Emas terlihat jatuh bebas, dan biasanya pembeli akan menahan diri sampai harga menemukan dukungan yang layak," kata analis independen Ross Norman.

Dengan dolar AS yang mengalami reli dramatis, lanjut Norman bahwa investor melihatnya sebagai aset safe-haven layak koleksi.

"Beberapa penebusan signifikan dalam ETF emas setiap hari karena likuidasi institusional lama." Katanya.

Dua pejabat The Fed yang paling hawkish mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menyukai kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi bulan ini, meredakan kekhawatiran kenaikan 1 poin persentase penuh pada pertemuan The Fe akhir bulan ini.

Sementara itu, data terbaru menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juni.

Ada kemungkinan sedikit kenaikan harga selama support kaku $1.670 menahan penurunan, kata Hareesh V, kepala penelitian komoditas di Geojit Financial Services, menambahkan bahwa peristiwa penting, bagaimanapun, adalah pertemuan FOMC (pertemuan bulanan The Fed) berikutnya.

baca juga

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar juga mempertimbangkan rencana UE untuk mengadopsi paket sanksi ketujuh terhadap Rusia, yang akan menambah larangan impor emas Rusia.

"Sanksi Uni Eropa terhadap emas Rusia akan memiliki dampak yang agak terbatas. Saya pikir langkah ini lebih merupakan isyarat. Kemungkinan Rusia akan dapat menemukan pembeli di luar UE dengan cukup memuaskan," kata Norman.

Di pasar emas fisik, pembeli di beberapa hub Asia tertarik pada penurunan harga.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak naik 1,48 persen menjadi USD18.656 per ounce, tetapi membukukan penurunan mingguan. Platinum naik 0,30 persen menjadi USD846,06, sementara paladium turun 3,5 persen menjadi USD1,831,07. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Makin Kuat, Harga Emas Kian Melorot

Dolar AS Makin Kuat, Harga Emas Kian Melorot

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 08:08 WIB

Harga Emas Dunia Bangkit Usai Reli Dolar AS Terhenti

Harga Emas Dunia Bangkit Usai Reli Dolar AS Terhenti

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2022 | 08:00 WIB

Harga Emas Dunia Makin Anjlok, Dekati Level Terendahnya Dalam 9 Bulan Terakhir

Harga Emas Dunia Makin Anjlok, Dekati Level Terendahnya Dalam 9 Bulan Terakhir

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2022 | 08:09 WIB

Terkini

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

×