Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB
Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?
Bus Listrik Transjakarta
baca 10 detik
  • Kementerian Perhubungan bersama ITDP Indonesia mengadakan dialog untuk mempercepat transisi bus listrik perkotaan.
  • ITDP mengusulkan revisi target elektrifikasi bus mencapai 80 persen pada tahun 2030 secara bertahap.
  • Penerapan peta jalan baru ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi dan menghemat subsidi bahan bakar.

Suara.com - Target pemerintah untuk mengalihkan 90% armada angkutan umum perkotaan menjadi bus listrik pada 2030 masih menghadapi tantangan besar.

Hingga saat ini, tingkat adopsi bus listrik di Indonesia masih berada di bawah 10 persen, menurut Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia.

Kesenjangan tersebut muncul di tengah besarnya tantangan sektor transportasi. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan hampir 90 persen emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi berasal dari transportasi darat.

Di sisi lain, biaya transportasi juga masih membebani rumah tangga Indonesia hingga 16–24 persen dari total pendapatan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Elektrifikasi angkutan umum dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Namun, penerapannya masih terkendala regulasi, pembiayaan, hingga kesiapan infrastruktur.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama ITDP Indonesia menggelar dialog lintas kementerian dan lembaga guna menyusun landasan hukum serta rencana aksi percepatan adopsi bus listrik untuk angkutan umum perkotaan.

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Muiz Thohir, mengatakan keberhasilan elektrifikasi tidak hanya bergantung pada pengadaan armada baru.

"Elektrifikasi angkutan umum perkotaan merupakan salah satu strategi yang sangat penting. Namun keberhasilan adopsi bus listrik memerlukan dukungan regulasi yang kuat, mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan penguatan industri nasional," ujarnya.

Menurut ITDP Indonesia, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menentukan arah kebijakan, melainkan menyelaraskan berbagai pemangku kepentingan agar target elektrifikasi dapat diwujudkan.

baca juga

Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan teknologi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan.

"Keberhasilan elektrifikasi transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kebijakan yang selaras, kelembagaan yang kuat, koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan, serta model pendanaan yang berkelanjutan."

Solusi yang Diusulkan

Dalam forum tersebut, ITDP memperbarui peta jalan elektrifikasi bus perkotaan dengan target yang lebih bertahap. Alih-alih mengejar 90 persen pada 2030, ITDP mengusulkan target 80 persen pada 2030, meningkat menjadi 90 persen pada 2035, 95 persen pada 2040, dan mencapai 100 persen pada 2045.

Pendekatan ini disusun berdasarkan kesiapan fiskal daerah, siklus pergantian armada, dan kesiapan infrastruktur.

Jika diterapkan, peta jalan tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 8,8 juta ton CO ekuivalen sepanjang 2027–2045, menghemat subsidi bahan bakar minyak sekitar Rp2,7 triliun per tahun pada 2045, sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Forum juga menyepakati perlunya Peraturan Presiden sebagai payung hukum percepatan adopsi bus listrik, yang mengatur target nasional, pembagian peran antarinstansi, hingga mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah dan operator transportasi.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih harus diselesaikan, mulai dari penyusunan skema pendanaan, pembagian kewenangan antarinstansi, hingga memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan transisi menuju transportasi publik berbasis listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Label dan Pajak Karbon pada Pangan Tekan Emisi Tanpa Bebani Konsumen? Peneliti Ungkap Ini

Bisakah Label dan Pajak Karbon pada Pangan Tekan Emisi Tanpa Bebani Konsumen? Peneliti Ungkap Ini

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:05 WIB

Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?

Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:55 WIB

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB

Terkini

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:43 WIB

4 Zodiak Bakal Dihujani Keberuntungan dan Kelimpahan di Bulan November 2026

4 Zodiak Bakal Dihujani Keberuntungan dan Kelimpahan di Bulan November 2026

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU

Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Pasangan Idaman, Ini 5 Shio Pria yang Dikenal Paling Setia dan Family Man

Pasangan Idaman, Ini 5 Shio Pria yang Dikenal Paling Setia dan Family Man

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×