-
Donald Trump menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.
-
Trump menilai Infantino sebagai sosok pemersatu bangsa yang dihormati di seluruh dunia.
-
Masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres dijadwalkan resmi berakhir pada 31 Desember mendatang.
Suara.com - Langkah mengejutkan datang dari Gedung Putih ketika Donald Trump secara terbuka melirik sosok di luar arena diplomasi konvensional untuk memimpin lembaga pemersatu dunia. Presiden Amerika Serikat itu membidik orang nomor satu di federasi sepak bola dunia, FIFA, untuk menduduki kursi tertinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sekjen PBB.
Gagasan berani ini mencuat karena Trump menganggap figur kepala organisasi olahraga global tersebut memiliki kapasitas kepemimpinan yang melintasi batas geopolitik. Pendekatan geopolitik bergaya anyar ini dinilai bakal mengubah dinamika kepemimpinan internasional secara drastis.
Rencana besar tersebut pertama kali diungkap oleh media New York Post berdasarkan bocoran dari lingkaran dalam sang Presiden. Penilaian tinggi Trump terhadap kepemimpinan di lapangan hijau menjadi alasan utama di balik usulan kontroversial ini.
![Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/11297-gianni-infantino.jpg)
Menurut sumber tersebut, Trump menilai Infantino sebagai sosok yang dihormati di seluruh dunia dan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai bangsa.
Meski wacana ini menguat di lingkaran Istana, langkah tersebut belum sepenuhnya menggaransi kepastian di tingkat eksekutif FIFA. Keinginan sepihak dari Washington ini masih menunggu respons resmi dari pihak yang bersangkutan.
Meski demikian, belum dipastikan apakah Infantino bersedia memimpin organisasi internasional tersebut dan apakah Trump telah membicarakan wacana ini secara langsung dengannya.
Momen keakraban keduanya sebenarnya sudah terpancar jelas saat mereka tertangkap kamera berada dalam satu panggung kehormatan pada babak pamungkas turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kedekatan fisik dan interaksi intens selama turnamen disinyalir menjadi pemantik munculnya gagasan politik luar biasa ini.
Pada Minggu, Trump menghadiri laga final Piala Dunia di tribun kehormatan Stadion New Jersey, New York, berdampingan dengan Infantino.
Kehadiran keduanya menegaskan hubungan dekat yang terjalin selama proses persiapan hingga penyelenggaraan turnamen sepak bola terakbar tersebut.
Kebutuhan akan figur pemimpin baru di tubuh PBB memang semakin mendesak seiring berjalannya waktu. Masa bakti kepemimpinan tertinggi organisasi tersebut kini berada di ambang tenggat akhir.
Masa jabatan kedua Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember mendatang.
Situasi transisi kepemimpinan di markas besar PBB ini terjadi bertepatan dengan euforia kemenangan Spanyol yang berhasil mengunci gelar juara usai menundukkan Argentina lewat skor tipis 1-0. Momen puncak piala dunia itulah yang menjadi latar belakang menguatnya sinyal politik antara Trump dan Infantino.