Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai

Iwan Supriyatna

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:00 WIB
Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo.

Suara.com - Bergejolaknya hubungan antara Rusia dengan Ukraina yang berdampak kepada ancaman krisis pangan di dunia. Salah satu kawasan yang merasakan dampak signifikan adalah kawasan Afrika, mengingat ketergantungan negara-negara Afrika pada Ukraina sebagai pemasok bahan pangan di negaranya.

Ancaman krisis pangan tersebut menjadi pembahasan dalam Pertemuan Ketiga Finance Minister and Central Bank Governor (FMCBG) di Bali. Dalam pertemuan tersebut pembahasan krisis pangan juga dilakukan Menteri Sri Mulyani saat bertemu dengan Kanselir Zahawi.

Dia menilai perlu ada solusi nyata untuk semua lapisan masyarakat dan pelaku bisnis yang saat ini terancam dampak inflasi tinggi, kenaikan harga pangan dan energi.

Food and Agriculture Organization (FAO) mengatakan perang Rusia dan Ukraina juga berkontribusi dalam memicu krisis pasokan pangan, sehingga harga soft comodities (gandum, CPO, kopi, keju, kedelai, kakao dan susu) berpotensi meningkat.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data bahwa produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2021 turun sekitar 0,45% bila di konversi menjadi meras dari 31,5 juta ton menjadi 31,3 juta ton. Sementara populasi penduduk naik dengan ratio 1,25% (2020), 1,22% (2021) dan 1,17% di 2022.

Adapun Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan harga gandum sepanjang Mei 2022 telah mengalami kenaikan sebesar 5,6%. Belum lagi kebijakan larangan ekspor bahan baku makanan yang dilakukan oleh beberapa negara seperti India menjadi penyebab naiknya harga pangan.

Dalam acara Bimtek dan Sosialisasi Propaktani Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Senin, 18 Juli 2022, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S mengatakan saat ini terjadi peningkatan konsumsi beras per kapita per tahun dari 98 kg/tahun menjadi > 100 kg per tahun. Karena itu perlu dikaji lebih jauh mengenai peningkatan konsumsi ini.

"Salah satu dampak gejolak di Ukraina yang perlu diantisipasi oleh Indonesia adalah peralihan (shifting) konsumsi dari bread atau noodle ke beras (nasi) sehingga perkirakan permintaan (demand) beras akan meningkat dan harga gabah dan beras berpotensi akan naik," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo.

Terjadinya kelangkaan gandum di Eropa dapat mengakibatkan terjadinya shifting konsumsi bahan pangan pokok ke beras. Sehingga permintaan beras kepada negara-negara penghasil beras akan meningkat ujarnya dalam diskusi Webinar dengan topik Upaya mewujudkan ketersediaan beras berkelanjutan melalui pelaku perberasan nasional, 18/7.

baca juga

Pamrihadi menjelaskan, Food Station selaku BUMD DKI Jakarta berkomitmen dan terus berupaya untuk berinovasi dalam ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan melalui program intensifikasi dengan melakukan budidaya menggunakan teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas panen, yaitu dengan pupuk komsah (Kompos dan Seresah) dan teknologi pupuk organik cair ExtraGen.

Menurutnya budidaya dengan metode tersebut, dapat menekan penggunaan pupuk kimia, serta pada saat yang sama juga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan ratio 20-25% per hektarnya.

Selain itu hingga kini, kami sudah melakukan kerjasama contract farming dan budidaya dengan banyak Gapoktan dan Koperasi di beberapa kota dan kabupaten dengan luas lahan mencapai 8180 hektar. Adapun dari luas lahan kerjasama terebut diproyeksikan Food Station akan menyerap GKP sebanyak 46.626 ton.

Ini adalah aksi korporasi yang kami lakukan untuk menjaga ketahanan pangan di DKI Jakarta sekaligus juga untuk mengantipasi lonjakan peningakatan kebutuhan beras yang diakibatkan oleh shifting pola konsumsitandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teken MoU Hari Ini, Pemprov DKI Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng Senilai Rp150 Miliar Bareng Jabar dan Jateng

Teken MoU Hari Ini, Pemprov DKI Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng Senilai Rp150 Miliar Bareng Jabar dan Jateng

News | Rabu, 29 Juni 2022 | 13:38 WIB

Ironi, Brazil Negara Penghasil Pangan Terbesar Kini Alami Krisis Pangan

Ironi, Brazil Negara Penghasil Pangan Terbesar Kini Alami Krisis Pangan

Lampung | Jum'at, 27 Mei 2022 | 10:28 WIB

Tak Punya Sawah, Anies Ekspor Beras ke Arab Saudi Pakai Pasokan dari Daerah Penyangga

Tak Punya Sawah, Anies Ekspor Beras ke Arab Saudi Pakai Pasokan dari Daerah Penyangga

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 15:09 WIB

Terkini

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

×