Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Jago Jadi Jawara Bank Digital, Ini Pemicunya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:54 WIB
Jago Jadi Jawara Bank Digital, Ini Pemicunya
Ilustrasi Bank Jago (Antara)

Suara.com - Populix, perusahaan riset berbasis digital asal Indonesia, meluncurkan Survei Consumer Preference Towards Banking and e-Wallet Apps. Jajak pendapat tersebut mengulas preferensi masyarakat Indonesia terhadap penggunaan aplikasi mobile banking, digital banking, dan dompet digital (e-wallet).

Survei dilakukan secara online melalui aplikasi Populix terhadap 1.000 responden berusia 18–55 di Indonesia. Dari 1.000 responden, sebanyak 64% responden memiliki aplikasi layanan keuangan di ponsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91% responden memiliki aplikasi mobile banking, 84% memiliki e-wallet, dan 33% memiliki aplikasi digital bank.

"Akselerasi transformasi digital yang terjadi beberapa tahun belakangan ini terus membawa dampak terhadap berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan keuangan. Hal ini terlihat juga dari semakin banyaknya pilihan aplikasi layanan perbankan dan keuangan yang bertumbuh untuk menjawab berbagai kebutuhan pengguna,"ujar Timothy Astandu, Co-Founder & CEO Populix, melalui rilis resmi beberapa waktu lalu.

Timothy menambahkan beberapa alasan utama yang mendorong responden memilih aplikasi mobile banking dan digital banking yaitu kepraktisan, penghematan waktu, dan kemudahan dalam penggunaan aplikasi.

Fenomena menarik terjadi di kategori digital banking. Menurut survei Populix, Bank Jago menjadi pilihan nomor satu responden dengan persentase 46% diikuti oleh Neobank atau bank neo commerce (BNC) sebanyak 40%, dan Jenius dari Bank BTPN sebesar 32%. Posisi keempat diisi oleh SeaBank dengan prosentase 27%. Seabank adalah aplikasi bank digital yang terintegrasi dengan ekosistem Shopee. Sementara Allo Bank berada di peringkat kedelapan dengan prosentase hanya 7%

Catatan saja, Bank Jago merilis aplikasi pada April 2021 dengan jumlah nasabah yang menginstall Jago App lebih dari 3 juta orang per akhir Kuartal II-2022. Jenius telah lebih dulu eksis yakni pada 2016 dan jumlah nasabahnya kini mencapai lebih dari 5 juta orang. Sedangkan BNC lebih fenomenal lagi, dirilis pada 2021 namun jumlah download app lebih dari 13 juta orang.

Menurut Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah, survei ini mengonfirmasi bahwa kemampuan bank digital menciptakan fitur yang inovatif, unik dan relevan menjadi kunci sukses dalam meyakinkan nasabah untuk bertransaksi di aplikasi.

“Dalam hal usia, Jenius lebih tua dari Bank Jago dan pionir bank digital pula. Sementara dari sisi jumlah konsumen yang install aplikasi, BNC empat kali lipat lebih banyak dari Jago. Tapi, dalam konteks preferensi nasabah, Jago justru paling dominan, paling populer,” kata Piter Abdullah, ekonom CORE Indonesia.

Piter menjelaskan, selain faktor aplikasi yang inovatif dan relevan, Bank Jago memiliki keunggulan karena telah lebih dulu membangun ekosistem digital, dibandingkan bank lain.

“Saya selalu mengatakan, kalau ada lintasan balapan baru, Bank Jago ini sudah balapan duluan, karena dia membangun ekosistem digitalnya lebih dulu,” ujar Piter.

Ekosistem Bank Jago tersebut tersebar di sektor transportasi, institusi keuangan dan sistem pembayaran, perdagangan, pasar modal dan investasi hingga hiburan.

“Sebenarnya ekosistem ini masih bisa dikembangkan lebih besar lagi, tinggal sejauh mana kesiapan bank tersebut untuk berkolaborasi dengan ekosistem digital kini,” ujar Piter.

Ekonom MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi menilai keunggulan aplikasi Bank Jago terletak pada kolaborasi dan kemampuan integrasi dengan ekosistem digital. Integrasi aplikasi Jago dengan ekosistem GOTO memungkinkan transaksi terjadi secara mudah, cepat dan aman.

“Jadi konsumen tidak perlu lagi top up gopay. Mereka cukup menghubungkan akun Gopay ke Rekening Jago, lalu transaksi. Semudah itu prosesnya tapi signifikan dampaknya,” katanya.

Integrasi yang sama juga terjadi antara aplikasi Jago dengan Bibit.ID, platform reksadana online. Nasabah tidak perlu top up ke aplikasi Bibit, tapi cukup menghubungkan akun BIbit ke rekening Jago. Konektivitas ini memampukan nasabah beli reksadana secara rutin dengan skema autodebet rekening Jago.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HUT Tahun Pertama, Aplikasi Bank Digital blu dari BCA Mampukan Nasabah Kelola Keuangan secara Tepat

HUT Tahun Pertama, Aplikasi Bank Digital blu dari BCA Mampukan Nasabah Kelola Keuangan secara Tepat

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2022 | 15:30 WIB

Bank Jago Catat Laba Bersih Rp28,91 miliar, Meroket Jauh DIbanding Tahun 2021

Bank Jago Catat Laba Bersih Rp28,91 miliar, Meroket Jauh DIbanding Tahun 2021

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2022 | 13:30 WIB

5 Bank Digital Terbaik di Indonesia, Tawarkan Kemudahan dan Promo Besar

5 Bank Digital Terbaik di Indonesia, Tawarkan Kemudahan dan Promo Besar

Bisnis | Minggu, 17 Juli 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB