Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Waspada Inflasi di Asia Tenggara: Ekonomi Myanmar Terancam, Indonesia Aman?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 26 Juli 2022 | 14:31 WIB
Waspada Inflasi di Asia Tenggara: Ekonomi Myanmar Terancam, Indonesia Aman?
Pengungsi dari Myanmar yang melarikan diri dari gelombang kekerasan duduk dalam antrean saat mereka diproses di Mae Tao Phae, distrik Mae Sot, Thailand, pada (16/12/2021). [HANDOUT / METTA CHARITY / AFP]

Suara.com - Inflasi di Asia Tenggara saat ini terpantau sangat fluktuatif di masing-masing negara. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa negara dengan inflasi tinggi bisa terancam bangkrut.

Data dari Tradingeconomics yang dirilis pada Desember 2021 menunjukkan bahwa tingkat inflasi tertinggi di Asia Tenggara terjadi di Myanmar. Di negara yang tengah dilanda konflik sipil melawan militer tersebut, inflasi mencapai 12,63 persen. 

Di bawahnya secara berturut-turut inflasi tinggi terjadi di Laos (9,9 persen), Thailand (7,1 persen), Kamboja (6,3 persen), dan Filipina (5,4 persen).

Setelah itu, inflasi yang cukup tinggi juga terjadi di Singapura (5,4 persen), Indonesia (3,5 persen), Vietnam (2,8 persen), Brunei Darussalam (2,8 persen), dan terakhir Malaysia (2,3 persen). 

Sementara itu, laporan Center for Strategic and International Studies di Amerika Serikat menjelaskan bahwa negara-negara di dunia telah mengalihkan fokus dari Covid-19 menuju pemulihan pasca-pandemi.

Namun, konflik Rusia dan Ukraina justru mempercepat inflasi global akibat gangguan rantai pasok komoditas. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus rencana pemulihan ekonomi bisa terjerumus dalam keadaan yang membahayakan. 

Penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa kini harga-harga komoditas naik 75 persen dari masa pra-pandemi.

Bank Dunia juga memperkirakan bahwa harga pangan akan naik 20 persen sebelum akhir tahun. Kenaikan harga terlihat jelas di Asia Tenggara, di mana rata-rata tingkat inflasi meningkat sebesar 3,8 persen dari Januari 2021 hingga April 2022.

Indonesia dan Malaysia telah menempatkan kebijakan yang mampu memproteksi kenaikan biaya pangan dan energi. Tingkat inflasi indonesia sejauh ini masih berada di bawah target Bank Indonesia sebesar 2 hingga 4 persen.

Pada April, pemerintah melarang ekspor minyak sawit, yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, demi meringankan harga bagi konsumen domestik.

Namun, kebijakan ini hanya akan menggeser beban inflasi ke negara-negara lain. Pasalnya Indonesia memasok 60 persen minyak sawit dunia dan larangan ekspor menyebabkan harga minyak nabati berlipat ganda di pasar global. Indonesia juga telah memberikan subsidi untuk bahan pokok seperti jagung dan kedelai.

Inflasi telah berdampak pada setiap negara di Asia Tenggara, bahkan ketika tingkat pertumbuhan ekonomi pascapandemi secara keseluruhan tetap tinggi.

Perkembangan global, termasuk keputusan Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga AS untuk memerangi inflasi, akan mempersulit pemulihan kawasan dengan cara yang tidak pasti. Namun jelas bahwa Asia Tenggara, seperti seluruh dunia, akan bergulat dengan kenaikan inflasi untuk beberapa waktu mendatang.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer Myanmar Eksekusi Mati Empat Aktivis Demokrasi

Militer Myanmar Eksekusi Mati Empat Aktivis Demokrasi

News | Senin, 25 Juli 2022 | 17:42 WIB

Cacar Monyet Tersebar di 75 Negara, WHO Minta Kawasan Asia Tenggara Perkuat Pengawasan

Cacar Monyet Tersebar di 75 Negara, WHO Minta Kawasan Asia Tenggara Perkuat Pengawasan

News | Senin, 25 Juli 2022 | 11:45 WIB

Pengakuan Serdadu Myanmar yang Membunuh dan Memerkosa Warga Sipil

Pengakuan Serdadu Myanmar yang Membunuh dan Memerkosa Warga Sipil

News | Minggu, 24 Juli 2022 | 14:41 WIB

Ipong: Inflasi Mengancam Ekonomi, Kita tidak Boleh Terlena

Ipong: Inflasi Mengancam Ekonomi, Kita tidak Boleh Terlena

| Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:29 WIB

Disebut Kekanak-kanakan, PSSI Serang Balik Mantan Pelatih Thailand

Disebut Kekanak-kanakan, PSSI Serang Balik Mantan Pelatih Thailand

Bola | Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:11 WIB

AFF Belum Juga Respons Surat Protes PSSI, Iwan Bule: Mungkin Minggu Ini

AFF Belum Juga Respons Surat Protes PSSI, Iwan Bule: Mungkin Minggu Ini

Bola | Sabtu, 23 Juli 2022 | 17:42 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB