Utang Indonesia ke China Turun Cukup Besar, Berapa Sisanya?

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Utang Indonesia ke China Turun Cukup Besar, Berapa Sisanya?
Ilustrasi uang (Antara).

Suara.com - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia per Mei 2022 tinggal USD 406,3 miliar atau turun USD 3,8 miliar. Penurunan juga terjadi pada sisa utang Indonesia ke China sebagai salah satu negara pemberi utang terbesar. Di samping China utang Indonesia juga menumpuk di Singapura dan Jepang. Total utang luar negeri Indonesia tersebut mengalami kontraksi 2,6% year-on-year (yoy).

Pada Mei lalu, tercatat total utang Indonesia ke China adalah sebesar USD 21,77 miliar atau Rp326,7 triliun. Jumlah ini turun sekitar Rp2,9 triliun dari bulan-bulan sebelumnya. Dari total jumlah tersebut, utang sektor pemerintahan sebesar USD 1,58 miliar sementara utang sektor swasta mengambil porsi lebih besar yakni USD 20,19 miliar. 

Jika ditilik kembali per negara, utang Indonesia mayoritas memang dilaporkan menurun, termasuk di Singapura dan Jepang, dan Amerika Serikat. Hanya di Hong Kong utang tersebut mengalami kenaikan.

Di Singapura misalnya utang mengalami penurunan tiga bulan berturut-turut. Utang di Jepang juga turun dua kali berturut-turut. Sementara itu utang di Amerika Serikat yang pernah melonjak sekarang juga turun USD 43 juta menjadi tersisa USD 34,86 miliar. 

Proyek Kereta Cepat 

Utang Indonesia ke China tak bisa dilepaskan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. China Development Bank (CDB) yang terlibat dalam pendanaan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung baru saja mewanti-wanti pemerintah Indonesia untuk menutup pembengkakan biaya pembangunan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Catatan terbaru menunjukkan proyek kereta cepat diperkirakan bisa mengalami pembengkakan biaya USD 1,17 – USD 1,9 miliar jika pembangunannya selesai pada November 2022 mendatang.

Dengan pembengkakan biaya itu, total gelontoran dana yang semula hanya berada di kisaran USD 5,5 miliar bisa membengkak hingga USD 7,9 miliar. Padahal semula kereta cepat ditargetkan bisa selesai hanya dengan anggaran USD 5,5 miliar. 

Anggaran pertama ini adalah estimasi jika pembangunan kereta cepat rampung pada 2019. Sementara biaya terakhir adalah estimasi jika proyek tersebut selesai pada 2022.

Baca Juga: Sampah Antariksa China Jatuh di Barat Daya Indonesia

Proyek yang tak kunjung selesai itu sebelumnya juga dua kali mengalami pembengkakan biaya sepanjang 2020 – 2021 yakni menjadi USD 5,8 miliar dan USD 6,07 miliar.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI