Profil Perusahaan Baba Rafi, Harga Sahamnya Langsung Melejit Usai IPO

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:45 WIB
Profil Perusahaan Baba Rafi, Harga Sahamnya Langsung Melejit Usai IPO
Kedai kebab Turki Baba Rafi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (6/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terkenal dengan produk kebab Baba Rafi mencatatkan diri sebagai perusahaan waralaba kebab pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Agustus 2022 dengan kode saham RAFI. Profil perusahaan Baba Rafi pun banyak dicari lantaran dianggap sukses mengangkat derajat UMKM ke level yang lebih tinggi. 

Di balik kesuksesan itu, ada dua anak muda yang punya peran penting dalam membawa SKB Food melantai di bursa saham, yakni Eko Pujianto (29 tahun) dan Jadug Trimulyo Ainul Amri (26 tahun).

Dalam struktur perusahaan, Eko duduk di kursi Direktur Utama (CEO) sementara Jadug menjabat sebagai Komisaris Utama (komut).

CEO SKB Food Eko Pujianto mengatakan kunci keberhasilan itu diawali dari upaya pembenahan internal. Sebelumnya, pada 2017 lalu, SKB Food nyaris bangkrut lantaran terjadi pecah kongsi antara Hendy Setiono dan istrinya Nilamsari Sahadewa. Keduanya merupakan founder Kebab Turki Baba Rafi.

Setelah Hendy dan Nilamsari resmi berpisah, kepemilikan brand Baba Rafi terbagi menjadi dua. Hendy menguasai wilayah timur dengan bendera PT Baba Rafi Internasional. Sementara Nilamsari menguasai wilayah barat bersama SKB Food.

”Tahun 2017 itu posisinya sudah di ujung tanduk. Kantor (SKB Food) di kawasan Fatmawati dari tiga lantai setengah menjadi satu lantai,” kata Eko.

Sejak saat itu, Eko ditunjuk menjadi nahkoda SKB Food dengan tugas utamanya membenahi internal perusahaan. Penunjukan Eko sebagai pimpinan perusahaan didasarkan pada pertimbangan profesional. Dengan harapan tidak ada campur aduk kepentingan di tubuh perusahaan.

”Pembenahan dilakukan dengan cara back to basic, pemegang saham yang tadinya menerima gaji penuh dipangkas,” imbuh Jadug.

Tak hanya itu, perusahaan juga menganalisis peluang keuntungan dari bisnis tersebut. Dari cara perhitungan itu diperoleh kesimpulan bahwa bisnis penyedia bahan baku kebab masih menguntungkan. Eko menambahkan, pihaknya juga melakukan restrukturisasi organisasi di tubuh perusahaan.

Baca Juga: Tantang Borneo di Pekan Ketiga BRI Liga 1, Persib Siap Full Team

“Karyawan diberi target dan KPI (Key Performance Indicator) lebih, khususnya karyawan yang porsi pekerjaannya masih sedikit, atau pilihannya resign,” ungkap Eko yang merupakan CEO termuda perusahaan yang melakukan Go Public di Indonesia saat IPO tersebut.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI