Bayer Tandatangani MoU dengan Kementan, Dorong Penguatan Sektor Pertanian Indonesia

Iwan Supriyatna

Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:38 WIB
Bayer Tandatangani MoU dengan Kementan, Dorong Penguatan Sektor Pertanian Indonesia
Penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Suara.com - Menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait mendesaknya peningkatan produksi nasional jagung, telah ditandatangani nota kesepahaman antara Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung kemarin di Jakarta.

Nota kesepahaman berisikan komitmen untuk membangun sinergi melalui pemberdayaan masyarakat pertanian dalam mendukung percepatan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.

Sektor pertanian merupakan salah satu prioritas pengembangan oleh pemerintah, mengingat perannya sebagai penopang terbesar ketiga bagi perekonomian Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menyebut, pada triwulan kedua 2022, kontribusi sektor ini pada Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 12,98 persen.

Produksi jagung sebagai salah satu komoditi pertanian, juga tengah menjadi perhatian pemerintah. Pada awal Agustus ini, pemerintah bahkan menyiapkan langkah perluasan lahan tanam jagung sebanyak 141.000 hektar dan penggunaan bibit unggul seperti hibrida dan bioteknologi.

“Di tengah restriksi global, serangan hama hingga isu perubahan cuaca yang masih berlangsung, Indonesia harus mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Tak hanya itu, sebagai salah satu negara dengan lahan pertanian terluas di dunia , Indonesia juga memiliki peluang besar berkiprah dalam sektor pertanian global. Karenanya, pengembangan sektor pertanian nasional harus terus diperkuat. Komitmen kerja sama yang terjalin bersama Bayer, menjadi langkah konkret dan tindak lanjut dari arahan presiden terkait penguatan produksi pangan nasional. Kami menilai model program ‘Better Life Farming’ menjadi solusi tepat, dan telah terbukti mampu memberdayakan petani serta dapat diimplementasikan di seluruh wilayah pertanian Indonesia. Kami atas nama Kementerian Pertanian maupun seluruh Bangsa Indonesia berterima kasih dan mendukung jalannya program, bersama-sama kita memberikan kehidupan Indonesia yang lebih baik sehingga terlepas dari tantangan-tantangan global yang ada,” ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

‘Better Life Farming’ merupakan program pemberdayaan berkelanjutan yang diinisiasi Bayer untuk meningkatkan sektor pertanian sekaligus menaikkan kesejahteraan petani Indonesia. Model ‘Better Life Farming’ diterapkan melalui tiga pendekatan utama, yaitu: kemitraan dengan pelaku bisnis di sepanjang rantai nilai; pengembangan ekosistem pendukung bisnis pertanian melalui pembentukan one stop solution center bagi petani sebagai penggerak ekonomi desa; serta pemberdayaan petani melalui akses kepada teknologi pertanian mutakhir. Sejak digagas pada 2020 lalu, ‘Better Life Farming’ telah menjangkau sekitar 800.000 keluarga petani di 15 provinsi di Indonesia.

“Bayer memahami urgensi peningkatan sektor pertanian dalam negeri, khususnya di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan saat ini. Sebagai perwujudan dari visi perusahaan ‘Health for All, Hunger for None’, ‘Better Life Farming’ memberdayakan para petani dengan memberikan akses terhadap inovasi terbaik, pengetahuan yang relevan, serta jaringan kemitraan yang luas. Kami sangat antusias dengan kemitraan yang terjalin bersama Kementerian Pertanian, dan optimis kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih optimal. Bukan hanya penguatan ekosistem pertaniaan, tetapi lebih lanjut juga mampu mensejahterakan para petani Indonesia, serta berkontribusi meningkatkan ekonomi bangsa,” kata Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich.

Sebelumnya pada awal Agustus, pemerintah menegaskan upaya penguatan sektor pertanian. Salah satunya untuk peningkatan produksi komoditas jagung; termasuk menyiapkan strategi “Roadmap Jagung 2022-2024” guna memenuhi kebutuhan jagung di dalam dan luar negeri.

baca juga

Upaya peningkatan produksi jagung nasional tersebut dijalankan melalui 2 langkah penting: ekstensifikasi (perluasan lahan) dan intensifikasi (peningkatan produktivitas) pertanian. Langkah intensifikasi inilah yang menjadi sorotan utama Bayer melalui program ‘Better Life Farming’.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Negara Agraris dan Nasib Petani yang Tragis

Indonesia Negara Agraris dan Nasib Petani yang Tragis

Your Say | Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:22 WIB

Pembangunan Bendung Talake Disebut Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian di PPU

Pembangunan Bendung Talake Disebut Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian di PPU

Kaltim | Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:10 WIB

BUMN dan Swasta akan Diberi Tugas Bantu Ketahanan Pangan Indonesia

BUMN dan Swasta akan Diberi Tugas Bantu Ketahanan Pangan Indonesia

Deli | Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:24 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×