Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

PKT Siap Kembangkan Potensi dan Hilirisasi Industri

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:19 WIB
PKT Siap Kembangkan Potensi dan Hilirisasi Industri
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) gelar upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, di halaman kantor pusat PKT.

Suara.com - Memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) gelar upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, di halaman kantor pusat PKT.

Ratusan karyawan tampak mengenakan ragam pakaian adat nusantara hingga seragam harian, dengan khidmat mengikuti rangkaian upacara dalam mengenang jasa para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan.

Selain itu, turut digelar upacara pengibaran bendera bawah laut di area konservasi Kedindingan Kota Bontang, yang juga dihadiri Rahmad Pribadi bersama PKT Diving Club. Dilanjutkan pemantauan terumbu buatan PKT di perairan Tobok Batang, sebagai pesan perusahaan bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga ekosistem perairan dan lingkungan.

Diungkapkan Rahmad Pribadi, peringatan hari kemerdekaan tahun ini menjadi pendorong semangat PKT untuk terus berbuat bagi bangsa dan negara, utamanya dalam menjaga ketahanan pangan melalui produk berkualitas guna mendorong sektor pertanian tanah air.

“PKT sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, terus melakukan inovasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Mulai dari peningkatan efisiensi, reliability dan safety pabrik, agar perusahaan terus beroperasi guna memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri," ujar Rahmad.

Sejalan dengan tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat", HUT RI tahun ini juga turut dimaknai sebagai kesinambungan langkah PKT mendorong kinerja dan produktivitas perusahaan, setelah dua tahun terimbas pandemi Covid-19. Hal ini dilaksanakan PKT dengan sejumlah pengembangan, guna meningkatkan capaian pada fase kedua pertumbuhan perusahaan dalam 4 dekade kedepan.

Berbagai langkah pengembangan dalam jangka pendek lima tahun kedepan, mulai direalisasikan PKT seperti proyek pabrik NPK, Revamping Ammonia Pabrik-2, proyek pabrik Soda Ash dan Oleokimia, serta Blue dan Green Ammonia. Rencana pengembangan tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam hal serapan tenaga kerja, kontribusi pajak serta mendorong industri pendukung untuk tumbuh dan berkembang.

Hal ini diselaraskan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dikedepankan PKT pada berbagai program, sehingga manfaat tak hanya berdampak bagi pertumbuhan perusahaan, tapi juga lingkungan hingga masyarakat dan stakehoder.

"PKT berkomitmen mendukung cita-cita Presiden Jokowi untuk hilirisasi industri, sehingga Indonesia kedepan tidak hanya mengekspor bahan mentah agar tidak terjebak middle income trap," lanjut Rahmad.

Hilirisasi menjadi salah satu strategi PKT dalam menjawab tantangan, mengingat Perusahaan tengah bertransformasi menjadi pelaku industri petrokimia yang berorientasi pada efisiensi energi dan diversifikasi usaha, melalui strategi pertumbuhan jangka panjang (growth strategy).

Growth Strategy berfokus pada pada tiga pilar utama, yaitu keunggulan operasional dan rantai pasok melalui efisiensi energi dan optimalisasi infrastruktur, keunggulan diversifikasi dengan mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi petrokimia dan gas alam serta energi terbarukan, dan keunggulan jangkauan pasar dengan peningkatan kapasitas domestik dan ekspansi di pasar global.

“Dari hal itu, PKT dapat menjamin keberlanjutan perusahaan dengan berorientasi pada penerapan prinsip ESG,” kata Rahmad.

Pemulihan sektor ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19, turut menjadi komitmen PKT dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian di Kota Bontang maupun Indonesia, melalui berbagai gagasan dan inisiasi program yang telah dijalankan pada beberapa tahun terakhir.

Sementara dari sisi Clean Energy, PKT mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui PLTS atap yang terpasang di seluruh area perkantoran, guna mengurangi dampak perubahan iklim. Disamping menetapkan target net zero carbon emission di tahun 2050, dengan pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada dekade pertama di tahun 2030.

"Salah satu upaya yang dilakukan, PKT mulai penggunaan motor listrik untuk mengurangi emisi bahan bakar dari kendaraan operasional. Langkah ini akan terus dikembangkan PKT guna menekan pengunaan energi fosil di lingkup bisnis perusahaan," tandas Rahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura

PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 11:05 WIB

PKT Berhasil Tekan Emisi Lebih Dari 435 ribu Ton di Tahun 2022

PKT Berhasil Tekan Emisi Lebih Dari 435 ribu Ton di Tahun 2022

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 10:52 WIB

Wujudkan Profesionalitas Kearsipan, PKT Tingkatkan Kompetensi Pengelola Dokumen

Wujudkan Profesionalitas Kearsipan, PKT Tingkatkan Kompetensi Pengelola Dokumen

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB