Kejar Revenue Rp 2 Triliun, Krakatau International Port Ingin Layani 5.000 Kapal

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2022 | 13:08 WIB
Kejar Revenue Rp 2 Triliun, Krakatau International Port Ingin Layani 5.000 Kapal
Krakatau International Port melayani 1.000 kapal setiap tahun.

Suara.com - Krakatau International Port melayani 1.000 kapal setiap tahun. Jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 5.000 kapal per tahun. Direktur Keuangan dan SDM Krakatau International Port, Dazul Herman mengatakan, target melayani 5.000 kapal dalam setahun merupakan salah satu cara untuk bisa mengejar target revenue Rp 2 triliun dan laba bersih Rp 220 mikiar di tahun ini.

“Sampai hari ini, Krakatau International Port melayani 1.000 kapal per hari. Untuk bisa melayani 5.000 kapal tentu harus ada penambahan dermaga dan juga perbaikan fasilitas lainnya. Target goceng kapal itu harus diraih untuk bisa mengejar target revenue Rp 2 triliun,” kata Dazul dalam podcast Sofa Panas yang diselenggarakan oleh PT Krakatau Sarana Properti dan dibawakan oleh dua host kondang, Chef Hario dan Ary Sudarsono.

Dazul mengatakan, meningkatkan jumlah pelayanan kapal dari 1.000 menjadi 5.000 kapal per tahun bukan hal yang mustahil. Karena, selat Sunda setiap tahunnya dilalui oleh 50 ribu kapal per tahun. Kata Dazul, Krakatau International Port hanya mengincar 10 persen dari jumlah tersebut.

“Karena masih banyak yang belum tahu keberadaan Krakatau International Port sehingga masih banyak kapal yang mengisi BBM atau bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami masih harus lebih sering lagi melakukan promosi agar keberadaan Krakatau International Port yang berada di bawah PT Krakatau Bandar Samudera semakin dikenal,” jelas Dazul.

Meski merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel, PT Krakatau Bandar Samudera adalah Badan Usaha Pelabuhan. Artinya, Pelabuhan Krakatau International Port terbuka untuk umum dan bukan hanya untuk anak perusahaan Krakatau Steel.

“Jenis pelabuhan itu ada tiga, pertama badan usaha Pelabuhan yang bisa melayani pihak ketiga. TUKS yaitu terminal untuk kebutuhan sendiri serta Tersus yaitu terminal khusus seperti untuk kebutuhan PLN. Krakatau International Port masuk kategori BUP yang artinya bisa melayani pihak ketiga. Selama ini masih banyak yang berpikir bahwa Krakatau International Port hanya untuk internal PT Krakatau Steel,” tambah Dazul.

Kata Dazul, Krakatau International Port adalah pelabuhan curah terbesar di Indonesia. Barang curah yang biasa dibongkar muat antara lain batubara dan bijih besi yang merupakan bahan baku untuk baja. Kapasitas Krakatau International Port adalah 25 juta ton per tahun. Namun, hingga kini kapasitas yang terpakai baru 19 juta ton.

“Satu hari kami bisa melakukan bongkar muat 12 ribu ton. Jadi kalau ada kapal dengan muatan 60 ribu ton bisa dilakukan dalam lima hari. Kami punya crane yang bisa langsung masuk ke kapal, khusus untuk barang curah,” lanjut Dazul.

Dazul menambahkan, saat ini PT Krakatau Bandar Samudera adalah anak perusahaan yang memberikan keuntungan terbesar untuk PT Krakatau Steel. PT KBS mempunyai empat anak perusahaan yaitu Krakatau Jasa Logistik yang mengurusi transportasi, Krakatau Jasa Samudera yang menghandle bongkar muat, lalu Krakatau Samudera Solusi yang mengurusi hal-hal yang tidak bisa dihandle seperti limbah pengisian bahan bakar kapal dan juga kebutuhan kapal, dan yang akan dikembangkan yaitu Krakatau Crew Change yang menyiapkan personel untuk kapal.

Untuk mengembangkan pelabuhan, lanjut Dazul, Krakatau International Port memerlukan pendanaan besar. Seperti BUMN lainnya, PT Krakatau Bandar Samudera biasanya meminta lembaga perbankan untuk membantu pembiayaan.

“Selama ini, perbankan biasanya tertarik untuk memberikan pembiayaan di sektor logistik. Karena bisnis logistik ini sudah jelas, mulai dari biaya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan juga potensi keuntungannya,” kata Dazul.

Dazul optimistis, PT Krakatau Bandar Samudera bisa mencapai target pemasukan Rp 2 triliun pada tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lima Nelayan Asal Padang Hilang Kontak di Perairan Pesisir Selatan, Kapalnya Diduga Mati Mesin

Lima Nelayan Asal Padang Hilang Kontak di Perairan Pesisir Selatan, Kapalnya Diduga Mati Mesin

Sumbar | Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:58 WIB

Kapal Miring-Batu Bara Tumpah ke Laut, Warga Celukan Bawang Mengadu ke Gubernur Bali

Kapal Miring-Batu Bara Tumpah ke Laut, Warga Celukan Bawang Mengadu ke Gubernur Bali

| Senin, 29 Agustus 2022 | 19:09 WIB

Setelah Keliling Jakarta, Anies Ajak Delegasi U20 Lihat Sunset dan Makan Malam di Kapal Phinisi

Setelah Keliling Jakarta, Anies Ajak Delegasi U20 Lihat Sunset dan Makan Malam di Kapal Phinisi

News | Senin, 29 Agustus 2022 | 19:10 WIB

Terkini

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:00 WIB

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:27 WIB

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:56 WIB

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:50 WIB

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:16 WIB