Nilai Tukar Rupiah Melemah, Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Penentu

M Nurhadi

Rabu, 31 Agustus 2022 | 09:58 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Penentu
Penjual merapikan uang baru yang siap untuk ditukar di Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (12/5/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (31/8/2022) terpantau melemah seiring ekspektasi kenaikan suku bunga agresif The Fed.

Rupiah pagi ini melemah 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.850 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.843 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS hari ini melanjutkan penguatannya kemarin tapi rentan pelemahan," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra.

Ia menjelaskan, rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) yang meliputi aktivitas sektor manufaktur dan jasa China bulan Agustus yang dirilis pagi tadi bisa menjadi katalis penguatan rupiah karena hasilnya masih di atas ekspektasi pasar.

Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa PMI sektor manufaktur pada Agustus mencapai 49,4, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 49.

"Aktivitas manufaktur China masih dalam fase kontraksi tapi masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Sementara aktivitas sektor jasa China masih dalam kisaran pertumbuhan," ujar Ariston.

Meski begitu, ia menyebut, penguatan rupiah diperkirakan masih rentan karena pasar keuangan masih dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang agresif sebesar 75 basis poin pada September mendatang.

Baru-baru ini, petinggi The Fed John Williams mendukung pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell untuk menjaga suku bunga di level tinggi hingga tingkat inflasi AS turun signifikan.

"Potensi tekanan terhadap rupiah juga bisa datang dari kekhawatiran kenaikan inflasi dalam negeri karena rencana kenaikan BBM subsidi ke depan. Inflasi bisa menurunkan daya beli yang akan menekan laju pertumbuhan ekonomi," kata Ariston.

baca juga

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.800 per dolar AS hingga Rp14.880 per dolar AS.

Pada Selasa (30/8) lalu, rupiah ditutup menguat 55 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.843 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.898 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Perusahaan Kripto Mt Gox Distribusikan 140.000 Bitcoin Bikin Gempar Netizen

Isu Perusahaan Kripto Mt Gox Distribusikan 140.000 Bitcoin Bikin Gempar Netizen

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Harga Emas Melorot 1 Persen Imbas The Fed yang Makin Agresif Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Melorot 1 Persen Imbas The Fed yang Makin Agresif Naikkan Suku Bunga

Bisnis | Senin, 29 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Efek Sikap the Fed, Harga Bitcoin cs Berpotensi Terus Anjlok Hingga Tahun 2023

Efek Sikap the Fed, Harga Bitcoin cs Berpotensi Terus Anjlok Hingga Tahun 2023

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2022 | 16:13 WIB

Pidato Gubernur The Fed Diprediksi Dukung Kenaikan Suku Bunga September Nanti

Pidato Gubernur The Fed Diprediksi Dukung Kenaikan Suku Bunga September Nanti

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 16:53 WIB

BI Rate Naik, Bagaimana Nasib Suku Bunga Kredit?

BI Rate Naik, Bagaimana Nasib Suku Bunga Kredit?

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:36 WIB

Ekspor Iran Disanksi, Harga Minyak Dunia Turun

Ekspor Iran Disanksi, Harga Minyak Dunia Turun

Riau | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

×