Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Mengenal September Effect, Momen Harga Saham yang Melemah dan Penyebabnya

M Nurhadi

Jum'at, 02 September 2022 | 14:56 WIB
Mengenal September Effect, Momen Harga Saham yang Melemah dan Penyebabnya
Ilustrasi [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Bayang-bayang September Effect mulai terasa dalam dinamika indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia. Pengertian fenomena ini adalah tren melemahnya saham-saham di IHSG. 

September Effect sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Melansir Investopedia, September Effect mengacu pada return atau pengembalian pasar saham yang secara historis melemah di bulan September.

Di Amerika Serikat, para investor mengunci keuntungan serta kerugian pajak sebelum akhir tahun sekembalinya mereka dari musim panas. Faktor lainnya adalah para investor melikuidasi saham untuk biaya sekolah bagi anak-anak, yang selalu terjadi setiap tahun.

Oleh karena itu, efek September dianggap sebagai kekhasan historis yang selalu berulang saban tahun, bukan sebab-akibat dari fenomena yang terjadi secara tiba-tiba. 

Beberapa analis menganggap bahwa efek negatif pada pasar disebabkan oleh bias perilaku musiman karena investor mengubah portofolio mereka pada akhir musim panas kemudian mencairkannya. Alasan lain bisa jadi karena sebagian besar pemikik reksa dana menguangkan kepemilikan mereka untuk memanen kerugian pajak.

Analisis data pasar oleh Dow Jones Industrial Average (DJIA) menunjukkan bahwa September adalah satu-satunya bulan dengan pengembalian negatif selama 100 tahun terakhir.

Namun, efeknya tidak berlebihan dan, yang lebih penting, tidak banyak mempengaruhi bulan-bulan selanjutnya. Investopedia menyebutkan jika seseorang bertaruh melawan September selama 100 tahun terakhir, individu itu akan mendapat untung secara keseluruhan. Jika investor membuat taruhan itu hanya pada tahun 2014, misalnya, investor itu akan kehilangan uang.  

Namun demikian, menurut Market Realist, dampak dari September Effect telah menghilang dalam beberapa tahun belakangan. Selama 25 tahun terakhir, pengembalian bulanan rata-rata untuk bulan September adalah sekitar -0,4% sedangkan pengembalian bulanan rata-rata positif. Namun, perlu dicatat bahwa efek ini berpengaruh ke seluruh dunia. Bukan hanya negara-negara yang dapat menyetir ekonomi seperti Amerika Serikat. 

Dalam konteks IHSG, September Effect memang selalu membawa koreksi saham. Para emiten banyak mengurangi agenda pending di bulan ini seperti dividen.

baca juga

Hal ini dipengaruhi juga oleh publikasi laporan keuangan semester pertama yang membuat para investor memilah emiten yang layak dipertahankan hingga akhir tahun dengan melihat laporan kinerja periode sebelumnya. Beberapa lembaga yang mencatat kinerja positif di semester pertama adalah industri perbankan dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Untuk itu, calon investor perlu mempelajari profil-profil emiten sebelum memutuskan berinvestasi di pasar saham. Jangan sampai melakukan kesalahan yang justru berujung pada kerugian. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.160

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.160

Bisnis | Jum'at, 02 September 2022 | 09:07 WIB

Lemah Lagi, IHSG Kamis Sore Ditutup Lesu di Level 7.153

Lemah Lagi, IHSG Kamis Sore Ditutup Lesu di Level 7.153

Bisnis | Kamis, 01 September 2022 | 16:36 WIB

OJK: Uang Darurat dan Pinjaman Jangan Digunakan untuk Beli Saham!

OJK: Uang Darurat dan Pinjaman Jangan Digunakan untuk Beli Saham!

Bisnis | Kamis, 01 September 2022 | 11:37 WIB

Merah Lagi, IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah ke Level 7.166

Merah Lagi, IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah ke Level 7.166

Bisnis | Kamis, 01 September 2022 | 09:12 WIB

Investor Pangkas Anggaran, Pendiri Canva Tak Khawatir, Yakin Masih Bisa Bertahan

Investor Pangkas Anggaran, Pendiri Canva Tak Khawatir, Yakin Masih Bisa Bertahan

Batam | Kamis, 01 September 2022 | 07:00 WIB

Rebound, IHSG Ditutup Naik 0,27 Persen ke Level 7.178

Rebound, IHSG Ditutup Naik 0,27 Persen ke Level 7.178

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:11 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×