Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Masuk Musim Dingin, Harga Minyak Dunia Kembali Menghangat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 September 2022 | 08:01 WIB
Masuk Musim Dingin, Harga Minyak Dunia Kembali Menghangat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu, setelah kemarin melemah imbas tekanan inflasi AS yang kembali meningkat.

Kenaikan ini di dorong setelah pengawas energi internasional memperkirakan peningkatan peralihan gas ke minyak akibat lonjakan harga musim dingin ini, meski prospek permintaan tetap suram.

Mengutip CNBC, Kamis (15/9/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 93 sen, atau 1 persen menjadi USD94,10 per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate berakhir di posisi USD88,48 per barel, melonjak USD1,17, atau 1,3 persen.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan perlambatan ekonomi yang semakin dalam dan ekonomi China yang goyah akan menyebabkan permintaan minyak global tersendat pada kuartal keempat tahun ini.

Itu yang membuat harga di bawah tekanan akhir-akhir ini, dan dapat menghambat reli lebih lanjut.

"Saya pikir kita akan tetap dalam kisaran. Saya tidak berpikir USD70 per barel sangat mungkin, tetapi apa pun yang lebih dari USD100 tidak dibenarkan," kata Eli Tesfaye, analis RJO Futures di Chicago.

IEA juga memperkirakan peralihan yang meluas dari gas ke minyak untuk tujuan pemanasan, mengatakan rata-rata 700.000 barel per hari (bph) pada Oktober 2022 hingga Maret 2023 - dua kali lipat tingkat tahun lalu. Faktor itu, bersama dengan ekspektasi keseluruhan untuk pertumbuhan pasokan yang lemah, membantu mendorong pasar.

"Persediaan global turun 25,6 juta barel pada Juli," kata IEA.

Namun, di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah melesat pekan lalu untuk minggu kedua berturut-turut, sekali lagi didorong oleh pelepasan yang sedang berlangsung dari Strategic Petroleum Reserve (SPR).

Stok komersial meningkat 2,4 juta barel setelah 8,4 juta barel dilepas dari SPR, bagian dari program yang dijadwalkan akan berakhir bulan depan.

"Angka minyak mentah menunjukkan begitu kita mengurangi waktu pelepasan Strategic Petroleum Reserve, kita akan melihat penurunan substansial dalam persediaan sehingga menjaga minyak tetap tinggi," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Trader juga mengatakan minimnya kepastian tentang kemungkinan penghentian operasional kereta api Amerika akibat perselisihan perburuhan yang sedang berlangsung menambah sedikit dukungan ke pasar.

Tiga serikat pekerja sedang bernegosiasi untuk kontrak baru yang dapat mempengaruhi pengiriman melalui kereta api, yang penting bagi pengiriman minyak mentah dan produknya.

Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), Selasa, mengatakan permintaan minyak global pada 2022 dan 2023 bakal lebih kuat dari ekspektasi, mengutip tanda-tanda bahwa ekonomi utama bernasib lebih baik dari perkiraan meski dibayangi sejumlah tantangan seperti lonjakan inflasi.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi AS Kembali Meningkat, Harga Minyak Dunia Loyo

Inflasi AS Kembali Meningkat, Harga Minyak Dunia Loyo

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 08:08 WIB

BPH Migas Sebut Digitalisasi Penyaluran BBM Jadi Solusi Subsidi Tepat Sasaran

BPH Migas Sebut Digitalisasi Penyaluran BBM Jadi Solusi Subsidi Tepat Sasaran

| Selasa, 13 September 2022 | 20:41 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Meski Permintaan Diproyeksi Lebih Lesu

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Meski Permintaan Diproyeksi Lebih Lesu

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 08:53 WIB

Terkini

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB