Krisis Ekonomi Dunia Jadi Ancaman, Jokowi: Investasi Jadi Rebutan

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani
Krisis Ekonomi Dunia Jadi Ancaman, Jokowi: Investasi Jadi Rebutan
Ilustrasi krisis ekonomi. (Shutterstock)

Di tengah ancaman krisis, investasi menjadi suatu barang yang mahal dan menjadi rebutan hampir seluruh negara di dunia.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini ekonomi dunia terancam mengalami krisis mulai dari pangan, energi, hingga krisis keuangan.

Di tengah ancaman krisis tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa investasi menjadi suatu barang yang mahal dan menjadi rebutan hampir seluruh negara di dunia.

"Yang sekarang ini menjadi rebutan adalah investasi, kenapa investasi?. Karena dengan investasi itulah nilai tambah akan diciptakan, lapangan kerja akan diciptakan, penerimaan negara akan muncul, cadangan devisa akan muncul," kata Jokowi dalam acara Groundbreaking Wavin Manufacturing Indonesia di Batang, Jawa Tengah yang dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/10/2022).

Jokowi mengungkapkan saat ini kawasan industri Batang telah menghadirkan banyak perusahaan multinasional dari sejumlah negara untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Baca Juga: Mencari Aset yang Aman Saat Resesi Ekonomi Menghantam

"Tadi disampaikan Pak Menteri (Bahlil) di sini sudah ada 10 perusahaan yang dalam proses konstruksi, baik itu pabrik untuk baterai mobil listrik, pabrik kaca yang terbesar di Asia Tenggara, pabrik alat-alat kesehatan, dan seterusnya, kemudian hari ini kita akan ground-breaking pabrik pipa Wavin yang juga nantinya selain untuk kebutuhan di dalam negeri juga akan diekspor ke negara-negara Asia Pasifik, Australia, dan juga sebagian kembali lagi ke Eropa," paparnya.

Maka dari itu, kata Jokowi, investasi merupakan suatu hal yang penting yang harus dikejar oleh pemerintah, mengingat multiflier effect yang luar biasa besar.

"Inilah saya kira hal yang terus akan kita kejar, investasi apapun karena itu sekali akan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar. Kemudian pajaknya bisa menambah penerimaan negara dan juga cadangan devisa kita. Dan yang paling penting akan men-trigger pertumbuhan ekonomi di negara kita," katanya.