Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Harga Minyak Dunia Kembali Panas, Kini Tembus Level USD94/Barel

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 07:45 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Panas, Kini Tembus Level USD94/Barel
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia naik sekitar 1 persen pada perdagangan hari Kamis, dengan bertahan di level tertinggi tiga pekan setelah OPEC Plus setuju untuk memangkas target output 2 juta barel per hari, dan merupakan pemotongan terbesar produsen itu sejak 2020.

Mengutip CNBC, Jumat (7/10/2022), minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup menguat USD1,05 atau 1,1 persen menjadi USD94,42 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menetap di posisi USD88,45 per barel, naik 69 sen, atau 0,8 persen setelah ditutup melambung 1,4 persen pada sesi Rabu.

Perjanjian antara Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutu termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, muncul menjelang embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan akan menekan pasokan di pasar yang sudah ketat, sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.

"Kami meyakini dampak harga dari langkah-langkah yang diumumkan itu akan signifikan," kata Jorge Leon, Vice President Rystad Energy.

Jorge pun memprediksi pada Desember tahun ini, Brent akan mencapai lebih dari USD100, naik dari prediksi sebelumnya sebesar USD89.

Menyusul keputusan OPEC Plus tersebut, Goldman Sachs menaikkan perkiraan Brent 2022 menjadi USD104 per barel dari USD99, dan ekspektasi 2023-nya menjadi USD110 dari USD108.

Menteri Energi Arab Saudi, Abdulaziz bin Salman, mengatakan pengurangan pasokan itu sebenarnya akan menjadi sekitar 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari. Bagian Arab Saudi dari pemotongan itu sekitar 500.000 barel per hari.

Menteri Perminyakan Irak, Ihsan Abdul Jabbar, mengatakan kepada kantor berita Kuwait (KUNA) bahwa langkah OPEC Plus itu terjadi sebagai akibat dari surplus produksi.

Beberapa anggota OPEC Plus berjuang untuk berproduksi pada tingkat kuota karena minimnya investasi dan sederet sanksi.

"Mungkin Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Kazakhstan dapat memangkas produksi ke kuota baru, tetapi saya ragu anggota lain akan melakukannya," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Pemotongan output itu terjadi karena Federal Reserve dan bank sentral lainnya menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Harga minyak yang lebih tinggi kemungkinan akan memangkas permintaan, yang dapat membatasi kenaikan harga, kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

"Itulah yang mengurangi cara lainnya dan mengapa harga stabil untuk WTI hanya di bawah USD90," kata Kilduff.

Presiden AS Joe Biden menyatakan kekecewaannya atas rencana OPEC Plus tersebut dan mengatakan Amerika Serikat sedang mencari cara untuk menjaga harga agar tidak naik.

"Ada banyak alternatif. Kami belum memutuskan," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Bantah Tuduhan Kolusi dengan Rusia Terkait Harga Minyak, Joe Biden Ngambek

Arab Saudi Bantah Tuduhan Kolusi dengan Rusia Terkait Harga Minyak, Joe Biden Ngambek

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Apa Itu Minyak Makan Merah? Disebut Bisa Gantikan Minyak Goreng Curah

Apa Itu Minyak Makan Merah? Disebut Bisa Gantikan Minyak Goreng Curah

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2022 | 08:46 WIB

OPEC Plus Sepakat Pangkas Produksi 2 Juta Barel, Harga Minyak Dunia Melesat

OPEC Plus Sepakat Pangkas Produksi 2 Juta Barel, Harga Minyak Dunia Melesat

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2022 | 08:09 WIB

Terkini

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB