Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

OPEC Plus Sepakat Pangkas Produksi 2 Juta Barel, Harga Minyak Dunia Melesat

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 06 Oktober 2022 | 08:09 WIB
OPEC Plus Sepakat Pangkas Produksi 2 Juta Barel, Harga Minyak Dunia Melesat
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak menguat ke level tertinggi tiga minggu pada perdagangan hari Rabu (5/10/2022), setelah OPEC Plus sepakat untuk mengurangi produksi mereka di angka 2 juta barel per hari. Ini adalah pemangkasan produksi tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Mengutip CNBC, Kamis (6/10/2022), minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,57, atau 1,7 persen menjadi USD93,37 per barel. Brent mencapai sesi tertinggi USD93,96 per barel, tertinggi sejak 15 September.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat USD1,24, atau 1,4 persen menjadi menetap di posisi USD87,76 per barel. WTI menyentuh USD88,42 per barel selama sesi tersebut, level tertinggi sejak 15 September.

Baik Brent maupun WTI naik tajam dalam dua hari terakhir.

Pemotongan 2 juta barel per hari dari OPEC Plus dapat memacu pemulihan harga minyak yang merosot menjadi sekitar USD90 dari USD120 tiga bulan lalu di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global, kenaikan suku bunga Amerika dan dolar yang lebih kuat.

"Minyak melonjak minggu ini untuk mengantisipasi pemotongan tersebut," kata Fiona Cincotta, analis City Index.

Cincotta bilang dampak nyata dari pemotongan besar itu akan lebih kecil, mengingat beberapa anggota gagal mencapai kuota produksi mereka.

Pada Agustus, OPEC Plus meleset dari target produksinya sebesar 3,58 juta barel per hari karena beberapa negara sudah memompa jauh di bawah kuota yang ada.

"Kami meyakini target output yang baru sebagian besar akan dipikul oleh negara-negara inti Timur Tengah, yang dipimpin Arab Saudi, UEA dan Kuwait," kata analis Rystad Energy, Jorge Leon.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, Rabu, mengatakan Rusia dapat memangkas produksi minyak untuk mengimbangi efek negatif dari pembatasan harga yang diberlakukan negara-negara Barat atas tindakan Moskow di Ukraina.

Amerika Serikat menekan produsen OPEC Plus untuk menghindari pemotongan besar-besaran, ketika Presiden Joe Biden berupaya mencegah kenaikan harga bensin AS menjelang pemilu paruh waktu kongres pada 8 November.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Kembali Memanas Usai Rencana OPEC Plus Pangkas Produksi 1 Juta Barel

Harga Minyak Dunia Kembali Memanas Usai Rencana OPEC Plus Pangkas Produksi 1 Juta Barel

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:55 WIB

Pemerintah Ogah Turunkan Harga Pertalite, Walau Harga Minyak Dunia Merosot

Pemerintah Ogah Turunkan Harga Pertalite, Walau Harga Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:53 WIB

Harga Minyak Dunia Melambung Usai OPEC Mau Kurangi Produksi

Harga Minyak Dunia Melambung Usai OPEC Mau Kurangi Produksi

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2022 | 07:56 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB