Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kekhawatiran Resesi Ekonomi Bikin Harga Minyak Anjlok Hampir 2 Persen

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 11 Oktober 2022 | 07:58 WIB
Kekhawatiran Resesi Ekonomi Bikin Harga Minyak Anjlok Hampir 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia anjlok. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok hampir 2 persen pada perdagangan Senin (10/10/2022), setelah mencetak kenaikan lima sesi beruntun.

Pelemahan ini disebabkan karena investor khawatir bahwa badai ekonomi dapat menandakan resesi global dan mengikis permintaan bahan bakar.

Mengutip CNBC, Selasa (11/10/2022), minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,73 atau 1,8 persen menjadi USD96,19 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menetap di posisi USD91,13 per barel, kehilangan USD1,51, atau 1,6 persen.

Kedua tolok ukur itu menguat selama minggu sebelumnya sebagian besar karena ekspektasi pengetatan pasokan global.

Harga minyak jatuh di tengah komentar dari pejabat Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga dan pengaruhnya terhadap perekonomian.

Wakil Ketua Fed Lael Brainard mengatakan ekonomi mulai merasakan kebijakan moneter yang lebih ketat, tetapi beban penuh dari kenaikan suku bunga bank sentral tidak akan terlihat selama berbulan-bulan.

Komentar Brainard mengikuti pernyataan Presiden Fed Chicago, Charles Evans, bahwa ada konsensus kuat di tubuh The Fed untuk menaikkan target kebijakan suku bunga menjadi sekitar 4,5 persen pada Maret dan mempertahankannya di sana.

"Ada lebih banyak malapetaka dan kesuraman dari orang-orang itu dan apa yang akan mereka lakukan terhadap ekonomi, karena mereka tidak begitu yakin bahwa mereka bisa mengendalikan inflasi, dan itulah sentimen makro yang membebani minyak," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

baca juga

Harga minyak juga tertekan di bawah penguatan dolar AS, yang naik untuk sesi keempat. Dolar yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli non-Amerika.

Prospek pengetatan pasokan minyak OPEC Plus membatasi penurunan harga. Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, pekan lalu memutuskan untuk menurunkan target output mereka sebesar 2 juta barel per hari.

Tetapi tanda-tanda bahwa pemimpin de facto kartel itu, Arab Saudi, akan terus melayani pelanggan Asia pada tingkat penuh menurunkan ekspektasi dampak pemotongan tersebut.

Saudi Aramco menginformasikan setidaknya tujuh pelanggan di Asia bahwa mereka akan menerima volume kontrak penuh minyak mentah pada November menjelang puncak musim dingin, beberapa narasumber mengatakan.

"Keputusan OPEC Plus tidak akan berdampak terlalu kuat terhadap pasokan pasar minyak karena pengurangan output aktual akan lebih kecil," kata Fitch Ratings.

Brent dan WTI membukukan persentase kenaikan mingguan terbesar sejak Maret setelah pengurangan tersebut diumumkan. Namun, pemotongan tersebut memicu kesibukan aktivitas di pasar opsi - tetapi dengan lebih banyak spekulan Amerika memilih sikap bearish, data dari CME Group menunjukkan.

Kekhawatiran atas permintaan yang masih relatif kuat karena pandemi mereda dan bersama potensi kekurangan pasokan terus meningkat karena Uni Eropa akhir pekan lalu mendukung rencana G7 untuk memberlakukan pembatasan harga pada ekspor minyak Rusia.

Paket sanksi baru yang rumit itu bisa berakhir dengan menguapnya pasokan minyak mentah Rusia yang cukup besar, para analis memperingatkan.

Sementara itu, aktivitas jasa di China selama September mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam empat bulan karena pembatasan Covid-19 menekan permintaan dan kepercayaan bisnis, menurut data yang dirilis Sabtu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Kembali Melesat, Kini Melesat 3 Persen ke Level USD97/Barel

Harga Minyak Dunia Kembali Melesat, Kini Melesat 3 Persen ke Level USD97/Barel

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:06 WIB

Efek Harga Minyak Dunia Naik, Harga BBM Makin Mahal?

Efek Harga Minyak Dunia Naik, Harga BBM Makin Mahal?

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 15:48 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Panas, Kini Tembus Level USD94/Barel

Harga Minyak Dunia Kembali Panas, Kini Tembus Level USD94/Barel

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 07:45 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×