Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Jaga Inflasi, Jokowi: Tak Ada Negara di Dunia yang Melakukan Seperti Kita

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:29 WIB
Jaga Inflasi, Jokowi: Tak Ada Negara di Dunia yang Melakukan Seperti Kita
Ilustrasi inflasi. [Ist]

Suara.com - Di tengah melejitnya laju inflasi di sejumlah negara dunia imbas kenaikan harga energi dan pangan tak membuat pemerintah Indonesia khawatir. 

Dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini laju inflasi Indonesia yang sebesar 5,9 persen yoy relatif cukup stabil.

"Ini juga kita tetap syukuri karena kalau kita bandingkan dengan negara-negara laain sekarang ini di Argentina sudah 83,5 persen (inflasi), dengan kenaikan suku bunga sudah 3700 basis poin, kita inflasi 5,9 dengan perubahan suku bunga di 75 basis poin. Artinya moneter kita masih pada posisi yang bisa kita kendalikan," kata Jokowi dalam acara Investor Daily Summit 2022 di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Menurut mantan Walikota Solo dan DKI Jakarta ini, tak ada negara di dunia selain Indonesia yang melakukan melakukan kerja sedetail Indonesia dalam menekan inflasi.

Sebab, pada umumnya, negara-negara lain dalam mengendalikan kenaikan harga barang dan jasa hanya bertindak melalui bank sentral yang menaikkan suku bunga.

"Tapi kita tidak hanya urusan menaikkan suku bunga yang jadi keuangan BI tetapi dalam praktik riil kita langsung masuk ke sumbernya yaitu kenaikan barang dan jasa," ungkapnya. 

Jokowi pun mengakui sudah memanggil sejumlah kepala daerah untuk duduk bersama dalam menjaga kestabilan inflasi, terutama inflasi yang disebabkan oleh harga pangan.

"Saya sudah kumpulkan bupati walikota, gubernur dua kali dan terus kita lakukan evaluasi setiap 2 minggu, kita berikan kewenangan daerah untuk mengugunakan dana transfer umum 2 persen dan belanja tidak terduga bisa digunakan untuk mengatasi inflasi," paparnya. 

Jokowi mencontohkan bagaimana menangani kenaikan harga bawang merah di Lampung dan sumber produksi bawang merah ada di Brebes.

baca juga

"Karena harga bawang merah naik di Lampung, pemda bisa langsung beli ke Brebes atau menutup ongkos transportasi dibebankan ke APBD," tuturnya.

Setelah dihitung, biaya yang harus dikeluarkan untuk menutup ongkos pengangkutan komoditas pangan tersebut relatif murah.

Contoh lain adalah saat ada kenaikan harga telur ayam di Jabodetabek yang mendorong kenaikan inflasi. Menurut kepala negara, hal itu juga bisa ditanggulangi dengan menyambungkan kebutuhan itu ke daerah produsen komoditas seperti Blitar.

"Cari di  mana negara lain urus hal detail-detail kek gitu penyelesaikan pasti makro," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: 70 Persen Pendapatan Freeport Sudah Menjadi Milik Indonesia

Jokowi: 70 Persen Pendapatan Freeport Sudah Menjadi Milik Indonesia

Kalbar | Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:27 WIB

Jokowi Sebut Jaga Daya Beli Masyarakat Tak Murah: Bayarannya Rp 502 Triliun

Jokowi Sebut Jaga Daya Beli Masyarakat Tak Murah: Bayarannya Rp 502 Triliun

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:23 WIB

28 Negara Antre 'Pertolongan' IMF, Jokowi: Kita Harus Optimis, Tapi Hati-hati

28 Negara Antre 'Pertolongan' IMF, Jokowi: Kita Harus Optimis, Tapi Hati-hati

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:22 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×