Ancaman Resesi Tahun Depan, Jokowi: Negara Lain Boleh Gelap, Kita Harus Optimis

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:28 WIB
Ancaman Resesi Tahun Depan, Jokowi: Negara Lain Boleh Gelap, Kita Harus Optimis
Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai menyerahkan bantuan sosial di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan hingga pelaku usaha untuk menatap optimis perekonomian pada tahun depan.

Jokowi bilang ditengah ancaman resesi yang akan datang pada 2023 mendatang rasa optimistis mesti digaungkan.

Dia menambahkan bahwa negara lain mungkin akan gelap kondisi ekonominya, tetapi untuk Indonesia jangan sampai seperti itu.

"Jadi kita semuanya harus tetap optimis, meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap, silakan negara-negara lain, negara kita harus tetap optimis," kata Jokowi dalam acara Trade Expo Indonesia Ke-37 di Tangerang, Rabu (19/10/2022).

Meski harus bersikap optimistis, Jokowi menuturkan bahwa semua pihak harus memasang sikap waspada karena ancaman resesi ini sulit diprediksi kapan akan munculnya.

"Tetapi memang harus waspada harus hati-hati Karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi. Akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Indonesia masuk dalam daftar survei Bloomberg yang terancam mengalami resesi ekonomi dengan probilitas mencapai 3 persen. Meski demikian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap tenang soal daftar tersebut.

"Indonesia dalam hal ini probabilitas resesi menurut survei tersebut 3 persen dibandingkan dengan negara-negara tersebut jauh lebih kecil," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita beberapa waktu lalu.

Dikatakan lebih kecil karena dalam survei tersebut terlihat negara lain seperti Sri Lankan memiliki tingkat probabilitasnya mencapai 85 persen seperti di Sri Lanka. Eropa prababilitasnya 55 persen dan Amerika Serikat 40 persen.

baca juga

China juga masuk dalam daftar tersebut dengan probabilitas 20 persen. Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Australia, Taiwan, Malaysia dan Thailand juga sederet negara lainnya.

Meski Indonesia masuk dalam probabilitas, Sri Mulyani menekankan posisi Indonesia masih cukup baik. Seperti yang diramalkan dana moneter internasional (IMF), ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,3 persen.

"Meskipun proyeksi terlihat baik tidak boleh terlena, Indonesia harus tetap waspada," pungkasnya.

Sri Mulyani menjelaskan probabilitas resesi terjadi karena adanya volatilitas global yang meningkat sehingga menimbulkan potensi pelemahan kinerja ekonomi negara-negara di seluruh dunia.

Dalam hal ini, kenaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor sejak Januari 2022 hingga sekarang yang menimbulkan dinamika global luar biasa.

Kenaikan harga komoditas energi seperti minyak, gas dan mineral serta pangan telah mendorong kenaikan inflasi di berbagai negara terutama negara maju yang memang tidak mengatur harga energi dan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Impor Indonesia Menurun Diduga Akibat Anjloknya Nilai Tukar Rupiah

Nilai Impor Indonesia Menurun Diduga Akibat Anjloknya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:22 WIB

Isu Ijazah Palsu Presiden Jokowi, Rocky Gerung: Capek-capek Bangsa Indonesia Terbelah Lagi Soal Potongan Kertas

Isu Ijazah Palsu Presiden Jokowi, Rocky Gerung: Capek-capek Bangsa Indonesia Terbelah Lagi Soal Potongan Kertas

Bogor | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:04 WIB

Jokowi Minta Masyarakat Banyak-banyak Bersyukur di Tengah Krisis

Jokowi Minta Masyarakat Banyak-banyak Bersyukur di Tengah Krisis

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2022 | 10:51 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×