Wujudkan Industri Hijau, Sejumlah Perusahaan Melakukan Aksi Nyata Mengurangi Emisi Karbon

Iwan Supriyatna

Senin, 24 Oktober 2022 | 09:36 WIB
Wujudkan Industri Hijau, Sejumlah Perusahaan Melakukan Aksi Nyata Mengurangi Emisi Karbon
Tempo Energy Day sesi II bertajuk Inisiatif Industri Dalam Implementasi Energy Hijau.

Suara.com - Industri hijau adalah sebuah keharusan untuk mencapai industri berkelanjutan. Salah satu cara yang dilakukan adalah peningkatan efisiensi produksi dan sumber daya, pengembangan bahan baku ramah lingkungan (material hijau) dan produk hijau yang berdaya saing.

Percepatan implementasi industri hijau didorong melalui efisiensi energi dan pemanfaatan energi bersih serta energi baru dan terbarukan (EBT). Kemudian penurunan emisi gas rumah kaca, polusi dan limbah, efisiensi dan ketahanan air sektor industri, penerapan ekonomi sirkular dan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery) serta peningkatan dan perluasan pekerjaan hijau.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan industri mendukung pemerintah menuju nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060.

"Kebijakan dari pemerintah itu sejalan juga dengan Kebijakan Danone, kami punya target NZE pada 2050, 10 tahun lebih lebih cepat daripada yang ditargetkan," ujarnya dalam Tempo Energy Day sesi II bertajuk Inisiatif Industri Dalam Implementasi Energy Hijau.

Karyanto menjelaskan alasan Danone mengejar NZE pada 2050 karena perusahaan menghasilkan karbondioksida dalam jumlah besar. Untuk itu ada lima upaya yang dilakukan untuk menuju nol emisi karbon.

Pertama, efisiensi energi.

"Ini yang harus dilakukan di semua aktivitas pabrik. Kami mulai mengganti mesin atau peralatan yang tidak ramah energi," kata dia.

Kedua, logistic optimization.

"Kami mengoptimalkan logistik, termasuk menghitung apakah harus membangun pabrik yang mendekati ke konsumen sehingga dampak gas CO2 bisa seminimal mungkin," tuturnya.

baca juga

Ketiga, inovasi kemasan.

"Kemasan Danone itu kurang lebih sepertiga dari total emisi,” ujarnya. Keempat, akses ke renewable energy.

Kelima, carbon sequestration renewable energy certificate.

"Komitmen kami adalah ingin mempergunakan 100 persen dari renewable energy pada 2030," kata Karyanto.

Komitmen penurunan emisi karbon juga diungkapkan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim. Dia menjelaskan perusahaan milik negara itu melakukan inisiatif lebih awal dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

Pembangkit akan dibangun di danau milik perusahaan dengan total kapasitas 80 megawatt (MW).

Rencana strategis lain yang disiapkan Krakatau, kata Silmy, adalah memproduksi produk dengan kandungan ramah lingkungan.

“Konsepnya adalah green steel, baja yang dihasilkan melalui proses dekarbonisasi,” ujarnya.

Langkah lain adalah pengembangan blue & green hydrogen. Menurut Silmy mengatakan potensi produksi blue & green hydrogen sangat terbuka untuk kawasan industry dan penyediaan energi bersih. Dia menambahkan, manajemen sudah menyusun peta jalan pengurangan emisi karbon secara bertahap.

Adapun GM Business Development and Investor Relation PT Pan Brothers Tbk, Satrio Boediarto, mengatakan perusahaan telah melakukan, efisiensi energi dan dekarbonisasi.

"Pada 2014, kami sudah membangun green office gedung baru di Boyolali, kemudian mengganti seluruh lampu TL yang ada di seluruh pabrik yakni 22 pabrik dengan LED," ujarnya.

Selain itu, kata Satrio, perusahaan melakukan penggantian mesin secara bertahap.

"Anak perusahaan yang bergerak di bidang teksil juga sudah memodernisasi dyeing mesin, dimana penggunaan air sedikit dan juga penggunaan energinya lebih efisien.”

Ada tiga tahap yang dilakukan perusahaan dalam pengembangan energi baru terbarukan. Pertama, revitalisasi mesin-mesin dengan menggunakan mesin yang lebih efisien. Kedua, pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle di perusahaan.

“Ketiga penggantian boiler dengan bahan bakar ramah lingkungan,” kata Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raih Dua Penghargaan! Dewan Energi NasionalNobatkan Jabar Daerah Pengembangan Energi Bersih

Raih Dua Penghargaan! Dewan Energi NasionalNobatkan Jabar Daerah Pengembangan Energi Bersih

Tantrum | Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:31 WIB

Menuju KTT G20 Bali, Sederet Kendaraan Elektrifikasi Ini Hadir dengan Komitmen Energi Hijau

Menuju KTT G20 Bali, Sederet Kendaraan Elektrifikasi Ini Hadir dengan Komitmen Energi Hijau

Otomotif | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:37 WIB

PLN Ingin Segera Beralih ke EBT

PLN Ingin Segera Beralih ke EBT

Tantrum | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:06 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×