Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Bos BI Ungkap Jurus Penangkal Kenaikan Inflasi

Vania Rossa | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 November 2022 | 14:22 WIB
Bos BI Ungkap Jurus Penangkal Kenaikan Inflasi
Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meramal inflasi hingga akhir tahun akan lebih rendah. Bahkan, tingkat inflasi masih di bawah dari perkiraan BI.

Dia menyebut, imbas kenaikan BBM, inflasi langsung melejit naik ke level 6,1%, tapi inflasi berangsur turun di level 5,7%.  

"Semula kami perkirakan 6,6% dengan realisasi ini bahkan bisa lebih rendah dari 6,3% akhir tahun.Itu inflasi IHK," ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Kamis (3/11/2022).

"Inflasi inti, bulan Oktober kemarin 3,3%, semula kami perkirakan dulu 3,7%, inflasi inti lebih rendah, di akhir tahun semula inflasi inti 4,3% dengan inflasi inti lebih rendah dari 4,3%," tambah dia.

Menurut Perry, lebih rendahnya perkiraan tingkat inflasi karena semua pihak bisa mengendalikan inflasi pangan. Dia melihat, para pemerintah daerah memberikan insentif untuk mengendalikan insentif pangan.

"Inflasi pangan yang rendah bahkan deflasi jadi faktor positif. Second round bahkan third round dampak penyesuaian harga BBM lebih rendah termasuk ke inflasi IHk dan inflasi inti itu faktornya," ucap dia.

Selain itu, tutur Perry, stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI bisa meredam kenaikan harga-harga produk impor di dalam negeri.

"Itu hasilnya bahwa depresiasi nilai tukar rupiah termasuk paling rendah diantara negara lain. Agar nggak sebabkan kenaikan harga harga dalam negeri, seperti import inflation itu, jadinya IHK dan inflasi inti lebih rendah dari yang diperkiraan," beber dia.

Kemudian, Perry menambahkan, BI juga merespon tingginya inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate sebesar 4,75%.

"Semula Semester II tahun depan kenaikan suku bunga forward loaded preemptive pada paruh pertama 2023. Dengan inflasi inti terjaga lebih rendah dari 4% dan langkah koordinasi Pempus dan Pemda kami perkirakan inflasi IHK di bawah 4%," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laju Inflasi RI Melemah, Kemenkeu: Pasokan dan Distribusi Pangan Kita Jaga

Laju Inflasi RI Melemah, Kemenkeu: Pasokan dan Distribusi Pangan Kita Jaga

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 17:45 WIB

Wamenkeu: Mudah-Mudahan Inflasi Kita Bisa Tahan di Bawah 6 Persen

Wamenkeu: Mudah-Mudahan Inflasi Kita Bisa Tahan di Bawah 6 Persen

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 12:42 WIB

Terdampak Kenaikan Harga BBM dan Pangan, Inflasi Oktober Justru Lebih Rendah dari Perkiraan

Terdampak Kenaikan Harga BBM dan Pangan, Inflasi Oktober Justru Lebih Rendah dari Perkiraan

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 11:01 WIB

Terkini

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB