Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Bos BI Ungkap Jurus Penangkal Kenaikan Inflasi

Vania Rossa, Achmad Fauzi

Kamis, 03 November 2022 | 14:22 WIB
Bos BI Ungkap Jurus Penangkal Kenaikan Inflasi
Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meramal inflasi hingga akhir tahun akan lebih rendah. Bahkan, tingkat inflasi masih di bawah dari perkiraan BI.

Dia menyebut, imbas kenaikan BBM, inflasi langsung melejit naik ke level 6,1%, tapi inflasi berangsur turun di level 5,7%.  

"Semula kami perkirakan 6,6% dengan realisasi ini bahkan bisa lebih rendah dari 6,3% akhir tahun.Itu inflasi IHK," ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Kamis (3/11/2022).

"Inflasi inti, bulan Oktober kemarin 3,3%, semula kami perkirakan dulu 3,7%, inflasi inti lebih rendah, di akhir tahun semula inflasi inti 4,3% dengan inflasi inti lebih rendah dari 4,3%," tambah dia.

Menurut Perry, lebih rendahnya perkiraan tingkat inflasi karena semua pihak bisa mengendalikan inflasi pangan. Dia melihat, para pemerintah daerah memberikan insentif untuk mengendalikan insentif pangan.

"Inflasi pangan yang rendah bahkan deflasi jadi faktor positif. Second round bahkan third round dampak penyesuaian harga BBM lebih rendah termasuk ke inflasi IHk dan inflasi inti itu faktornya," ucap dia.

Selain itu, tutur Perry, stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI bisa meredam kenaikan harga-harga produk impor di dalam negeri.

"Itu hasilnya bahwa depresiasi nilai tukar rupiah termasuk paling rendah diantara negara lain. Agar nggak sebabkan kenaikan harga harga dalam negeri, seperti import inflation itu, jadinya IHK dan inflasi inti lebih rendah dari yang diperkiraan," beber dia.

Kemudian, Perry menambahkan, BI juga merespon tingginya inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate sebesar 4,75%.

baca juga

"Semula Semester II tahun depan kenaikan suku bunga forward loaded preemptive pada paruh pertama 2023. Dengan inflasi inti terjaga lebih rendah dari 4% dan langkah koordinasi Pempus dan Pemda kami perkirakan inflasi IHK di bawah 4%," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laju Inflasi RI Melemah, Kemenkeu: Pasokan dan Distribusi Pangan Kita Jaga

Laju Inflasi RI Melemah, Kemenkeu: Pasokan dan Distribusi Pangan Kita Jaga

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 17:45 WIB

Wamenkeu: Mudah-Mudahan Inflasi Kita Bisa Tahan di Bawah 6 Persen

Wamenkeu: Mudah-Mudahan Inflasi Kita Bisa Tahan di Bawah 6 Persen

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 12:42 WIB

Terdampak Kenaikan Harga BBM dan Pangan, Inflasi Oktober Justru Lebih Rendah dari Perkiraan

Terdampak Kenaikan Harga BBM dan Pangan, Inflasi Oktober Justru Lebih Rendah dari Perkiraan

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 11:01 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB