Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 November 2022 | 09:21 WIB
Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)

Suara.com - Harga emas jatuh ke level terendah lebih dari satu bulan pada perdagangan hari Kamis, karena dolar dan imbal hasil US Treasury melonjak setelah pernyataan  hawkish dari Chairman Federal Reserve Jerome Powell, merusak daya tarik logam  non-yielding  itu.

Mengutip CNBC, Jumat (4/11/2022) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.629,97 per ounce, setelah jatuh lebih dari 1 persen sebelumnya, menyentuh level terendah sejak 28 September 2022.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,2 persen lebih rendah menjadi USD1.630,9 per ounce.

"Saya tidak melihat gelombang balik arah bagi emas dan itu mengumpulkan momentum  bullish  lagi sampai setelah The Fed selesai menaikkan suku, mungkin tidak sampai Maret 2023," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, Rabu, sesuai ekspektasi. Powell mengatakan "sangat prematur" untuk memikirkan jeda dan bahwa puncak suku bunga kemungkinan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika karena hal ini meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar melonjak 1,4 persen membuat emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Imbal hasil US Treasury 10-tahun mendekati puncaknya baru-baru ini.

"Kita bisa melihat penurunan lebih lanjut (dalam emas) menuju posisi terendah September dan kemungkinan penembusan level USD1.600, jika imbal hasil terus meningkat," kata Michael Hewson, Kepala Analis Pasar CMC Markets Inggris.

Fokus sekarang beralih ke data non-farm payrolls Amerika untuk periode Oktober-akan dirilis Jumat-yang dapat menawarkan lebih banyak kejelasan tentang lintasan kenaikan suku bunga The Fed.

baca juga

Menawarkan dorongan untuk emas, data menunjukkan industri jasa Amerika tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir 2,5 tahun pada Oktober, menunjukkan kenaikan suku bunga Fed menghambat permintaan dalam perekonomian secara keseluruhan.

Harga perak di pasar spot naik 0,9 persen menjadi USD19,45 per ounce, platinum turun 0,5 persen menjadi USD925 sementara paladium anjlok 2,4 persen menjadi USD1.811,15. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 08:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah Digerus Dolar AS, Jadi Rp 15.647/Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Digerus Dolar AS, Jadi Rp 15.647/Dolar AS

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 16:10 WIB

Harga Emas Dunia Naik Usai Dolar dan Obligasi AS Tersungkur

Harga Emas Dunia Naik Usai Dolar dan Obligasi AS Tersungkur

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 08:07 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×