Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bantu Tingkatkan Kinerja Karyawan, Kapan Perusahaan Perlu Melakukan Coaching?

Vania Rossa | Suara.com

Minggu, 06 November 2022 | 20:12 WIB
Bantu Tingkatkan Kinerja Karyawan, Kapan Perusahaan Perlu Melakukan Coaching?
Ilustrasi coaching. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam menjalankan bisnis, kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan. Meski begitu, tentu saja diperlukan pengembangan terhadap karyawan agar mampu mengembangkan kompetensi dan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Salah satunya lewat coaching.

Mengutip laman Gramedia, coaching dalam lingkungan bisnis merupakan metode pelatihan di mana individu yang lebih berpengalaman atau terampil memberikan saran dan bimbingan kepada karyawan yang bertujuan untuk membantu mengembangkan keterampilan, kinerja, dan karier.

Sebagai contoh, jika seorang pemimpin perusahaan memiliki karyawan yang terlihat luar biasa di atas kertas dan lulus wawancara dengan baik, tetapi tidak berkinerja pada level yang diharapkan, maka coaching mungkin diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya.

Lalu, kapan sebuah bisnis atau perusahaan membutuhkan coaching?

1. Saat bisnis stagnan

Semua pemilik bisnis tentu berharap bisnisnya tumbuh dan berkembang. Tapi, ada masanya pertumbuhan bisnis stagnan. Hal ini tentu menjadi masalah.

Nah, di saat seperti ini, coaching dapat membantu mengatasi masalah bidang bisnis yang perlu dipelihara untuk memastikan perusahaan tetap berada di jalur pertumbuhan yang baik. Seorang coach yang dipekerjakan perusahaan bisa berfungsi sebagai mitra akuntabilitas, membantu perusahaan dalam melewati tantangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Ada masalah dalam bisnis yang tidak mampu untuk diselesaikan

Dalam menjalankan bisnis, ada kalanya menghadapi masalah pelik yang sulit diselesaikan. Coaching dapat membantu menavigasi masalah yang ada dan keputusan bisnis yang sulit, dan juga akan membantu menetapkan pondasi yang kuat sejak awal untuk bisa menangani beberapa kesulitan manajemen besar yang tak terhindarkan di masa depan yang akan datang.

3. Tidak yakin apakah bisnis sudah dijalankan dengan benar

Jika melihat ke belakang, sering kali perusahaan tidak yakin apakah bisnis sudah dijalankan dengan benar atau belum. Dengan melakukan program coaching, karyawan dan manajemen ditantang untuk melihat dan merefleksikan kembali, berpikir dengan berbeda, dan memperluas tujuan yang sudah ada.

4. Membantu mengarahkan marketing ke arah yang tepat

Adanya program coaching bisa membantu dalam melihat apa yang tidak terlihat. Seorang coach bisnis yang sudah berpengalaman tentunya mempunyai pengalaman dengan branding, strategi pemasaran, dan taktik yang bisa membantu jika perusahaan menghadapi masalah pada bidang marketing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Respek, BUMN RI Masuk Daftar Perusahaan Terbaik di Dunia Versi Forbes 2022

Erick Thohir Respek, BUMN RI Masuk Daftar Perusahaan Terbaik di Dunia Versi Forbes 2022

Bisnis | Minggu, 06 November 2022 | 19:44 WIB

Apa Itu Coaching? Ini Manfaatnya Bagi Perusahaan

Apa Itu Coaching? Ini Manfaatnya Bagi Perusahaan

Bisnis | Minggu, 06 November 2022 | 19:19 WIB

Samsung Dinobatkan Jadi Perusahaan Terbaik Dunia, Apple Kalah Jauh

Samsung Dinobatkan Jadi Perusahaan Terbaik Dunia, Apple Kalah Jauh

Bisnis | Minggu, 06 November 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB