Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih

Iwan Supriyatna

Jum'at, 11 November 2022 | 06:29 WIB
Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih
Pupuk Kaltim jalin kerjasama pengembangan benih padi dan palawija bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) Provinsi Jawa Timur.

Suara.com - Sambut persiapan musim tanam periode 2022 dan 2023, PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim jalin kerjasama pengembangan benih padi dan palawija bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) Provinsi Jawa Timur.

Kerjasama ini berupa pendampingan pengolahan lahan pertanian dan pengaplikasian pupuk untuk pembibitan menggunakan produk Pupuk Kaltim, agar kebutuhan bibit unggul bagi petani selama musim tanam dapat terpenuhi dengan baik.

VP Marketing Business Partner Retail Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan kerjasama dengan DipertaKP Jawa Timur akan dilaksanakan pada lahan seluas 253 Hektare (Ha), yang diperkirakan butuh ketersediaan pupuk mencapai 200 ton untuk tiap musim tanam.

Tahap awal dilaksanakan sosialisasi produk bagi UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija se-Provinsi Jawa Timur, sehingga bisa diaplikaskan secara maksimal dalam mendorong produktivitas lahan dan benih.

"Produk yang akan digunakan diantaranya Biodex dan Ecofert, sebagai produk hayati Pupuk Kaltim yang sangat sesuai pada berbagai jenis lahan untuk proses soil treatment maupun pembuatan pupuk organik," kata Yusva.

Dijelaskannya, Biodex dan Ecofert merupakan paket pengolahan lahan yang sudah terbukti kualitas serta efektivitasnya dalam menjaga daya dukung lahan agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Biodex diproduksi Pupuk Kaltim sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan, untuk membantu perbaikan kualitas tanah pertanian.

"Selain itu Biodex juga bisa dimanfaatkan sebagai biopestisida untuk memproteksi tanaman agar tahan terhadap serangan penyakit, karena memiliki kandungan bakteri Trichoderma sp. didalamnya," tandas Yusva.

Sementara Ecofert, memiliki kandungan Aspergillus niger dan Pseudomonas Mendocina, yang mampu menambat nitrogen dan melarutkan fosfat sehingga efisiensi dan efektivitas pemupukan pun lebih meningkat.

baca juga

"Pada perlakuannya, petani harus melakukan pemupukan secara berimbang agar sifat biologis, fisika dan kimia tanah selalu terjaga. Sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan mencapai produktivitas yang optimal," tambah Yusva.

Peningkatan produktivitas hasil pertanian dengan pengaplikasian Biodex dan Ecofert pada lahan, telah dibuktikan banyak petani diberbagai daerah di Indonsia.

Terbaru, produktivitas padi varietas Ciherang hasil ubinan BPP Sukorejo Kabupaten Ponorogo, mengalami kenaikan sebesar 20 persen dengan hasil rata-rata 7,9 ton/Ha dibanding sebelumnya maksimal 6,5 ton/Ha. Dalam artian ada kenaikan hasil 1,3 ton/Ha selama pendampingan oleh Pupuk Kaltim.

"Selain itu, komoditas padi Inpari 32 di Sukomoro Magetan juga mengalami kenaikan produktivitas sebesar 20 persen dari sebelumnya, dengan kenaikan rata-rata 1,5 ton/Ha," lanjut Yusva.

Penggunaan pupuk hayati dengan dosis yang tepat juga harus disertai dengan kecukupan nutrisi unsur hara makro lainnya. Urea Daun Buah Granul dan NPK Pelangi 15-15-15 sudah terbukti dan dirasakan efektivitasnya oleh DipertaKP Provinsi Jawa Timur.

Setelah menggunakan Urea Daun Buah Granul sebesar 30 ton dan NPK Pelangi 15-15-15 27 ton pada musim tanam sebelumnya, DipertaKP Provinsi Jawa Timur merasa formulasi tersebut merupakan yang paling tepat dan ampuh pada tanaman.

Program kerjasama ini pun diharap mampu memenuhi ketersediaan bibit unggul bagi petani di Jawa Timur secara umum, termasuk meningkatkan daya dukung lahan agar produktivitas hasil pertanian mampu dicapai dengan lebih optimal. Hal ini pun sejalan dengan visi DipertaKP Jatim, utamanya dalam mendorong peningkatan kadar C-organik pada tanah dan sifat biologis lainnya.

"Pupuk Kaltim siap mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuju mandiri benih, sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional," pungkas Yusva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 08:20 WIB

Pupuk Kaltim Komitmen Fasilitasi UMKM Binaannya Dapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia

Pupuk Kaltim Komitmen Fasilitasi UMKM Binaannya Dapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 07:33 WIB

Pupuk Kaltim Komitmen Lindungi Sumber Mata Air di Festival Medhayoh

Pupuk Kaltim Komitmen Lindungi Sumber Mata Air di Festival Medhayoh

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 06:43 WIB

Terkini

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Kalbar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:25 WIB

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

×