Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih

Iwan Supriyatna

Jum'at, 11 November 2022 | 06:29 WIB
Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih
Pupuk Kaltim jalin kerjasama pengembangan benih padi dan palawija bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) Provinsi Jawa Timur.

Suara.com - Sambut persiapan musim tanam periode 2022 dan 2023, PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim jalin kerjasama pengembangan benih padi dan palawija bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) Provinsi Jawa Timur.

Kerjasama ini berupa pendampingan pengolahan lahan pertanian dan pengaplikasian pupuk untuk pembibitan menggunakan produk Pupuk Kaltim, agar kebutuhan bibit unggul bagi petani selama musim tanam dapat terpenuhi dengan baik.

VP Marketing Business Partner Retail Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan kerjasama dengan DipertaKP Jawa Timur akan dilaksanakan pada lahan seluas 253 Hektare (Ha), yang diperkirakan butuh ketersediaan pupuk mencapai 200 ton untuk tiap musim tanam.

Tahap awal dilaksanakan sosialisasi produk bagi UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija se-Provinsi Jawa Timur, sehingga bisa diaplikaskan secara maksimal dalam mendorong produktivitas lahan dan benih.

"Produk yang akan digunakan diantaranya Biodex dan Ecofert, sebagai produk hayati Pupuk Kaltim yang sangat sesuai pada berbagai jenis lahan untuk proses soil treatment maupun pembuatan pupuk organik," kata Yusva.

Dijelaskannya, Biodex dan Ecofert merupakan paket pengolahan lahan yang sudah terbukti kualitas serta efektivitasnya dalam menjaga daya dukung lahan agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Biodex diproduksi Pupuk Kaltim sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan, untuk membantu perbaikan kualitas tanah pertanian.

"Selain itu Biodex juga bisa dimanfaatkan sebagai biopestisida untuk memproteksi tanaman agar tahan terhadap serangan penyakit, karena memiliki kandungan bakteri Trichoderma sp. didalamnya," tandas Yusva.

Sementara Ecofert, memiliki kandungan Aspergillus niger dan Pseudomonas Mendocina, yang mampu menambat nitrogen dan melarutkan fosfat sehingga efisiensi dan efektivitas pemupukan pun lebih meningkat.

baca juga

"Pada perlakuannya, petani harus melakukan pemupukan secara berimbang agar sifat biologis, fisika dan kimia tanah selalu terjaga. Sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan mencapai produktivitas yang optimal," tambah Yusva.

Peningkatan produktivitas hasil pertanian dengan pengaplikasian Biodex dan Ecofert pada lahan, telah dibuktikan banyak petani diberbagai daerah di Indonsia.

Terbaru, produktivitas padi varietas Ciherang hasil ubinan BPP Sukorejo Kabupaten Ponorogo, mengalami kenaikan sebesar 20 persen dengan hasil rata-rata 7,9 ton/Ha dibanding sebelumnya maksimal 6,5 ton/Ha. Dalam artian ada kenaikan hasil 1,3 ton/Ha selama pendampingan oleh Pupuk Kaltim.

"Selain itu, komoditas padi Inpari 32 di Sukomoro Magetan juga mengalami kenaikan produktivitas sebesar 20 persen dari sebelumnya, dengan kenaikan rata-rata 1,5 ton/Ha," lanjut Yusva.

Penggunaan pupuk hayati dengan dosis yang tepat juga harus disertai dengan kecukupan nutrisi unsur hara makro lainnya. Urea Daun Buah Granul dan NPK Pelangi 15-15-15 sudah terbukti dan dirasakan efektivitasnya oleh DipertaKP Provinsi Jawa Timur.

Setelah menggunakan Urea Daun Buah Granul sebesar 30 ton dan NPK Pelangi 15-15-15 27 ton pada musim tanam sebelumnya, DipertaKP Provinsi Jawa Timur merasa formulasi tersebut merupakan yang paling tepat dan ampuh pada tanaman.

Program kerjasama ini pun diharap mampu memenuhi ketersediaan bibit unggul bagi petani di Jawa Timur secara umum, termasuk meningkatkan daya dukung lahan agar produktivitas hasil pertanian mampu dicapai dengan lebih optimal. Hal ini pun sejalan dengan visi DipertaKP Jatim, utamanya dalam mendorong peningkatan kadar C-organik pada tanah dan sifat biologis lainnya.

"Pupuk Kaltim siap mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuju mandiri benih, sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional," pungkas Yusva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 08:20 WIB

Pupuk Kaltim Komitmen Fasilitasi UMKM Binaannya Dapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia

Pupuk Kaltim Komitmen Fasilitasi UMKM Binaannya Dapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 07:33 WIB

Pupuk Kaltim Komitmen Lindungi Sumber Mata Air di Festival Medhayoh

Pupuk Kaltim Komitmen Lindungi Sumber Mata Air di Festival Medhayoh

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 06:43 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:24 WIB

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Mandiri Taspen Buka Tiga Posko Pengaduan Penipuan Investasi

Bank Mandiri Taspen Buka Tiga Posko Pengaduan Penipuan Investasi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:00 WIB

Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026

Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:58 WIB

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB